Ucapan HAN 2024 Himpaudi Kota Jayapura

GREETINGS HR IDUL ADHA PEMKOT JAYAPURA

GREETINGS HR IDUL ADHA PEMPROV PAPUA

Greetings HR IDUL ADHA PEMKAB JAYAPURA

11  ATLET BERPRESTASI KABUPATEN JAYAPURA  MERASA KECEWA, TAK PUNYA SERTIFIKAT RUMAH

Caption :Nampak empat orang atlet berprestasi Kabupaten Jayapura saat memberikan keterangan pers, di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin, 7 Agustus 2023

 

SENTANI | Jayapurapost.com – Pernah mengharumkan Nama Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura pada Pekan Olahraga Nasional XIX Tahun 2016  di Jawa Barat dan PON XX Tahun 2021 di Papua dalam cabang Olahraga dayung , Sejumlah atlet berprestasi Kabupaten Jayapura kecewa karena bonus bagi atlet yang berprestasi di ajang nasional maupun internasional tak sesuai harapan.

Hal itu setelah dua tahun lalu tepatnya 13 Oktober 2021, Bupati Jayapura sebelumnya Mathius Awoitauw memberikan bonus hadiah rumah KPR Bersubsidi Type 36 kepada atlet yang berprestasi yang telah membawa harum nama Papua dan Kabupaten Jayapura di ajang nasional dan internasional berupa masing-masing satu unit rumah subsidi di lokasi Rainbow Hills, Doyo Baru, Distrik Waibhu. Namun sampai detik ini, surat sertifikat hak milik (SHM) rumah belum diterima oleh para atlet berprestasi tersebut.

Akdamina Susana Epaa, atlet tarung derajat mengungkap rasa kecewanya saat memberikan keterangan pers di dampingi tiga orang atlet berprestasi cabor dayung lainnya, yakni Stevani Maysche Ibo, Syome Aleda Yani Monim dan Yoki Helmin Entong saat memberikan keterangan pers di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin, 7 Agustus 2023.

“Jadi, kami ada 11 orang altet dan 1 pelatih berprestasi asal Kabupaten Jayapura, yang meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasiona (PON) XIX di Jawa Barat tahun 2016 dan PON XX tahun 2021 di Papua. Untuk kejelasan rumah yang diberikan kepada kami sebagai bonus hadiah, itu sertifikatnya sampai detik ini belum kami terima. Kami juga datang (masuk) dengan kondisi rumah yang kurang siap seperti pintu dalam keadaan rusak, air tidak ada dan akses jalan menuju rumah yang rusak,” jelas Akdamina Susana Epaa.

Kronologisnya, atlet berprestasi berjumlah 11 dan 1 orang pelatih itu sama sekali tidak ada pemberitahuan tentang nominal harga rumah yang diberikan kepada mereka sebagai penghargaan. “Karena sudah membanggakan nama Papua dan bahkan Kabupaten Jayapura, kami hanya tahu di suruh tanda tangan lalu disuruh datang untuk di beri kunci rumah,” ucapnya.

Akdamina Epaa mengatakan langkah yang sudah pihaknya lakukan untuk mendapatkan sertifikat rumah dengan melakukan pengecekan beberapa kali di Notaris. Akan tetapi, tetap tidak mendapat kejelasan sampai saat ini. Bahkan, ada beberapa atlet yang sudah membayar pajak rumah (PBB).

“Sekitar bulan empat yang lalu, kami sudah berkoordinasi ke pihak notaris untuk tanyakan sertifikat rumah kami dan dari notaris sampaikan akan di proses dalam waktu dua bulan kedepan. Namun faktanya sampai saat ini, sertifikat rumah itu tak kunjung diberikan atau di terima oleh sejumlah atlet yang berprestasi,” imbuhnya.

Untuk itu, para atlet berprestasi ini memohon bantuan kepada Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo, untuk mengenai kejelasan sertifikat hak milik rumah merupakan bonus hadiah yang mereka terima dari kepala daerah sebelumnya. Apabila hingga akhir Agustus 2023 kami belum mendapatkan sertifikat hak milik untuk rumah sebagai hadiah kami itu, maka itu kami minta dikembalikan dalam bentuk uang tunai sesuai harga rumah bagi 11 atlet dan juga 1 pelatih,” harapnya.

Senada disampaikan, Stevani Maysche Ibo, atlet berprestasi dari cabang olahraga Dayung, peraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasiona (PON) XIX Jawa Barat tahun 2016 dan PON XX tahun 2021 di Papua. Stevani Ibo menjelaskan, sejak bonus hadiah berupa rumah itu di berikan pada 2021 oleh Bupati Jayapura sebelumnya, dirinya sama sekali belum pernah menempati dengan beberapa alasan.

“Pada tahun 2021, selesai PON XX Papua, kami menerima rumah secara simbolis dan langsung diberikan kunci rumah. Namun, baginya rumah yang di berikan itu kurang layak untuk kami tinggal. Karena air tidak ada dan grandel pintu semuanya dalam keadaan rusak,” ujarnya.

“Maka itu, kami berinisiatif ke kantor Perusda Baniyau pada April 2023 lalu, untuk meminta keterangan lebih lanjut tentang sertifikat rumah bonus hadiah yang diberikan kepala daerah sebelumnya. Kemudian, kami diminta untuk membayar uang administrasi pembuatan sertifikat rumah sebesar 200 ribu rupiah. Selanjutnya kami diarahkan untuk melakukan tandatangan  sertifikat rumah ke notaris, namun setelah tanda tangan itu sampai sekarang ini tidak ada kejelasan terkait sertifikat rumah kami,” tegasnya.

Untuk itu, Stevani Ibo berharap kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Pj Bupati Jayapura agar dapat membantu atlet-atlet berprestasi, untuk mendapatkan solusi terbaik.

“Apabila, sampai akhir Agustus ini kami bisa mendapatkan sertifikat rumah, maka kami akan terima. Tetapi apabila tidak ada sertifikat rumah, maka kami sepakat untuk meminta uang tunai seharga dengan rumah yang telah diberikan kepada kami,” harapnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Badan Pengawas (Bawas) Perusda Baniyau, Nelson Yohosua Ondi menambahkan, apa yang di sampaikan para atlet dan pelatih asal Kabupaten Jayapura ini akan di tindaklanjuti seperti permintaan mereka. Jika diakhir Agustus 2023 nanti, sertifikat rumah dapat mereka terima dan jajaran Direksi Perusda Baniyau harus membantu hal itu.

“Sesuai dengan kajian dari Badan Pemeriksa Keuangan Papua (BPKP), maka rumah yang di berikan kepada 11 atlet dan 1 pelatih itu adalah rumah dengan harga subsidi sebesar Rp 205. 000.000. Akan tetapi, dari data yang mereka temukan, itu rumah di beli dengan harga Rp 245.890.730,” jelasnya.

“Jadi, ada kelebihan membayar sekitar Rp 40.000.000, yang berdasarkan kajian dari BPKP tahun 2019. Nah, kelebihan membayar itu harus dikembalikan kepada 11 atlet dan 1 pelatih. Sedangkan, untuk dana pembelian rumah itu dari dana hibah melalui KONI kepada Perusda Baniyau,” sambung pria yang akrab disapa NYO ini.

Tidak hanya itu, kata NYO, dirinya juga sudah melaukan koordinasi kepada BPKP untuk menunggu arahan dalam melakukan kajian 2019.

“Kami melakukan kajian ulang. Kami akan tindaklanjuti apa yang atlet sampaikan. Karena pada kenyataannya, sertifikat hak milik rumah sampai saat ini belum di berikan dari Perusda Baniyau kepada atlet dan pelatih berprestasi,” katanya.

Ini bukan dana hibah yang biasa, tetapi dana hibah ini diberikan kepada 11 atlet dan 1 pelatih yang berprestasi. Mereka ini telah mengharumkan nama Papua dan khususnya Kabupaten Jayapura pada Pekan Olahraga Nasiona (PON) XIX di Jawa Barat tahun 2016 dan tahun 2021 di Papua. “Hal ini menjadi satu kebanggaan kepada kami sebagai anak-anak daerah asal Kabupaten Jayapura, yang sudah seharusnya mendapat apa yang menjadi bagian mereka,” cetus Ketua Pemuda Pancamarga (PPM) Kabupaten Jayapura ini.

11 atlet dan 1 pelatih ini pun berharap segera mendapatkan sertifikat rumah biar mereka dapat hidup dengan tenang, terlebih menyangkut masalah hak ulayat anah dan pemerintah daerah yang harus memberikan jaminan yang pasti bahwa tanah tersebut tidak bermasalah. Jangan sampai seperti perumahan Cycloop Hills. Jadi sebanyak 167 rumah tidak bisa dijual, karena persoalan tanah yang tidak selesai,” pungkas NYO. (Irf)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *