Bertemu Gubernur Fakhiri, IDI Papua Paparkan Agenda Simposium, Workshop, Dan Pelantikan

Ketua IDI Wilayah Papua terpilih periode 2025–2028,  dr Nickanor K. R. Wonatorey : Kehadiran Gubernur Papua pada acara nanti menjadi penguatan dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Tanah Papua

PAPUA, Jayapura Post.ComIkatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua kembali akan  menggelar konsolidasi organisasi profesi kesehatan melalui simposium dan workshop yang akan berlangsung pada 1–2 Mei 2026 di Kota Jayapura.

Hal ini disampaikan Ketua IDI Wilayah Papua terpilih periode 2025–2028,  dr Nickanor K. R. Wonatorey, usai bertemu Gubernur Papua, Senin (20/04/2026).

Ia menjelaskan, pertemuan Badan Pengurus IDI Wilayah Papua dengan Gubernur bertujuan melaporkan rencana pelaksanaan simposium, workshop, dan pelantikan pengurus, sekaligus mengundang Gubernur agar berkenan hadir dan memberikan arahan bagi para dokter di Papua.

“Kami datang untuk meminta kesediaan Bapak Gubernur menghadiri sekaligus memberikan arahan  pada kegiatan simposium, workshop, dan pelantikan pengurus IDI Wilayah Papua. Kami bersyukur beliau menyanggupi untuk hadir. Ini menjadi penguatan bagi kami dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Tanah Papua,” ujarnya.

Menurut dr. Nickanor, kehadiran kepala daerah sangat penting sebagai penegas komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem layanan kesehatan. Pelantikan pengurus periode 2025–2028 ini juga merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Wilayah yang telah dilaksanakan pada Januari lalu.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, dr Rizki Dumpatna, menjelaskan rangkaian kegiatan dirancang padat dan substansial selama dua hari.

Diterangkannya  pada 1 Mei 2026, panitia akan menggelar workshop peningkatan kapasitas tenaga medis dengan materi yang langsung menyentuh kebutuhan lapangan, mulai dari pelatihan ultrasonografi (USG), penanganan kegawatdaruratan, hingga pembacaan elektrokardiografi (EKG) untuk deteksi dini gangguan jantung.

“Kegiatan ini melibatkan dokter spesialis lintas bidang di Papua, mulai dari kebidanan, bedah, jantung hingga paru. Ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus penguatan kompetensi tenaga medis di daerah,” jelasnya.

Memasuki hari kedua, 2 Mei 2026, kata dia agenda dilanjutkan dengan pelantikan resmi pengurus wilayah yang dipadukan dengan simposium ilmiah. Kegiatan ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IDI, menegaskan pentingnya Papua dalam peta penguatan organisasi profesi secara nasional.

Masih lebih lanjut dikatakannya,untuk memperkaya perspektif ilmiah, panitia juga menghadirkan narasumber nasional dari Jakarta, termasuk dokter spesialis emergency medicine dengan kompetensi tambahan dalam pendekatan psikologis pasien kritis.

dr Rizky  menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni pelantikan, melainkan momentum konsolidasi besar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Papua.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan sinergi antar tenaga medis, pelantikan ini diharapkan menjadi penguatan baru menuju sistem kesehatan yang lebih tangguh, responsif, dan berdaya saing di wilayah timur Indonesia,”pungkasnya (Redaksi  Jayapura Post )