Gubernur Fakhiri: Barnabas Suebu Tokoh Besar, 80 Tahun Pengabdian Jadi Inspirasi Generasi Papua

  

PAPUA, Jayapura Post.Com – Perayaan syukur ulang tahun ke-80 Dr (HC) Barnabas Suebu, S.H berlangsung khidmat di Graha SARA, Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Rabu (29/4/2026).

Turut hadir dalam  Celebrating 80 year Dr (HC) Barnabas Suebu. Gubernur Papua Matius D. Fakhiri  bersama Pj Sekda, dan  kepala kepala OPD mengatakan mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu sebagai salah satu tokoh besar yang memberi warna dalam sejarah pembangunan Tanah Papua.

Dalam sambutannya, Fakhiri menegaskan bahwa perjalanan hidup Barnabas Suebu atau yang akrab disapa Kaka Bas bukan sekadar perjalanan usia, melainkan catatan panjang pengabdian bagi masyarakat Papua.

“Delapan puluh tahun bukan sekadar angka usia. Ia adalah perjalanan panjang pengabdian, pengalaman kepemimpinan, dan jejak pemikiran yang telah memberi warna bagi sejarah Tanah Papua,” ujarnya.

Ia menambahkan, Barnabas Suebu merupakan sosok pemimpin yang langka karena pernah memimpin Papua dalam dua periode zaman yang berbeda.

“Tidak banyak pemimpin yang memiliki perjalanan seperti beliau. Kaka Bas dipercaya memimpin Papua di dua zaman yang berbeda,” katanya.

Menurutnya, kepemimpinan Barnabas Suebu tidak hanya mencerminkan kekuatan politik, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap karakter dan gagasan yang dimilikinya.

“Ini tidak hanya berbicara tentang politik, tetapi tentang kepercayaan rakyat terhadap gagasan, karakter, dan keteguhan seorang pemimpin,” ucapnya.

Gubernur Fakhiri juga menekankan, perjalanan Barnabas Suebu menjadi refleksi penting bagi pemimpin masa kini dalam membangun Papua.

“Membangun Papua bukan sekadar menjalankan kekuasaan, tetapi menjalankan tanggung jawab sejarah,” ujarnya.

Ia menyebut ada tiga nilai utama yang dapat dipelajari dari sosok Barnabas Suebu, yakni keberanian bermimpi besar, menjaga persatuan, serta kesetiaan mengabdi kepada rakyat.

Di tengah dinamika pembangunan Papua saat ini, termasuk pemekaran wilayah, Gubernur mengingatkan pentingnya menghargai fondasi yang telah dibangun para pemimpin terdahulu.

“Setiap langkah ke depan selalu berdiri di atas fondasi yang telah dibangun oleh para pemimpin sebelumnya, dan fondasi itu juga telah dibangun oleh Kaka Bas,” katanya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua dan masyarakat, Fakhiri menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Barnabas Suebu atas dedikasinya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Kaka Bas atas pengabdian, keteladanan, serta gagasan-gagasan yang telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Papua,” ucapnya.

Ia juga mendoakan agar Barnabas Suebu tetap sehat dan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua.

“Kami berdoa kiranya Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan sukacita kepada Kaka Bas serta keluarga, agar tetap menjadi sumber inspirasi bagi generasi Papua hari ini dan masa depan,” katanya.

Sementara itu, Barnabas Suebu dalam pesannya mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai kehidupan dengan sikap bijak dan penuh sukacita. Ia menegaskan bahwa perjalanan hidup  80 Tahun yang dijalaninya tidak selalu berjalan mulus, namun setiap pengalaman memiliki makna tersendiri.

“Hidup ini harus dijalani dengan sukacita. Tidak semua yang pahit itu tidak bermanfaat, dan tidak semua yang manis itu membawa manfaat. Dalam hidup ada yang baik dan ada yang tidak baik, dan semuanya membentuk kita,” ujar Kaka Bas Mantan Gubernur Papua periode 2006-2011.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Papua serta dukungan yang terus diberikan dalam kepemimpinannya  saat ini.

Kaka Bas mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersikap dewasa dan sportif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, secara khusus mendukung penuh segala program dan kebijakan Gubernur Matius Fakhiri Dan Wagub Aryoko Rumaropen.

Dirinya menambahakan,dalam sebuah kehidupan perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan harus dikelola dengan kedewasaan demi kemajuan bersama.

Lebih jauh, Barnabas menegaskan bahwa seluruh perjalanan hidupnya telah ia persembahkan untuk melayani Tuhan serta mengabdi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan lingkungan hidup.

“Hidup saya adalah untuk melayani Tuhan dan melayani sesama, terutama dalam kerja-kerja sosial dan menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Acara syukur tersebut tidak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga ruang refleksi bersama bagi para pemimpin dan masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan serta melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan di Tanah Papua. (Redaksi Jayapura Post )