Ekonomi Papua Melambat, Gubernur Fakhiri Soroti Ketimpangan dan Tantangan Fiskal

 

PAPUA, Jayapura Post.Com— Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menyataka pertumbuhan ekonomi di wilayahnya masih belum stabil dan belum sepenuhnya inklusif. Hal ini terlihat dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi melambat dari 5,31 persen pada 2022 menjadi 3,97 persen pada 2025,” kata Fakhiri dalam Musrenbang RKPD 2027 dan Otsus Papua di Kota Jayapura, Kamis (30/4/2026).

Meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat dari 60,44 pada 2020 menjadi 74,69 pada 2025, namun ketimpangan sosial masih menjadi persoalan.
“Capaian makro menunjukkan perbaikan, namun belum merata,” tambahnya.

Selain itu, Fakhiri uga menyoroti kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan signifikan. Pendapatan daerah tercatat menurun drastis dari Rp13,03 triliun pada 2020 menjadi Rp2,32 triliun pada 2026.

“Ketergantungan pada transfer pusat mencapai 77,84 persen, sementara PAD hanya sekitar 22,05 persen,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam mendorong kemandirian fiskal daerah. Pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah serta meningkatkan tata kelola keuangan.

Di sisi lain, angka kemiskinan di Papua masih berada di level 19,16 persen, dengan tingkat pengangguran sebesar 6,96 persen.

Gubernur menegaskan, pemerintah akan terus berupaya mengatasi ketimpangan antarwilayah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. (***)