AGAMA  

Perdana, Rukyatul Hilal di Papua Manfaatkan Pos Observasi Bulan Merauke

Gabriel R : ni menjadi momen bersejarah karena tahun ini Rukyatul Hilal di Merauke dilakukan di gedung baru yang telah siap digunakan

MERAUKE- Jayapura Post.Com -Untuk pertama kalinya di Papua, rukyatul hilal (pengamatan bulan) akan dilaksanakan di Pos Observasi Bulan (POB), Pantai Lampu Satu, Merauke. POB telah selesai dibangun pada bulan Desember 2024, dengan anggaran bersumber pada APBN tahun 2024. Walaupun belum dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan teknis, namun pelaksanaan rukyatul hilal di POB untuk memanfaatkan pos ini, dinilai akan lebih baik dibandingkan dengan pemantauan di titik pantai Lampu Satu seperti tahun-tahun sebelumnya.

Rukyatul hilal 1 Ramadan 1446 Hijriyah akan dilaksanakan di 125 titik di seluruh Indonesia, Jumat (28/02/2025) bertepatan dengan 29 Sya’ban 1446 Hijriyah, termasuk 1 titik pemantauan di Papua Raya, yaitu di POB Pantai Lampu Satu, Merauke, yang kini tergabung sebagai Provinsi Papua Selatan. Untuk itu, Tim Teknis Rukyatul Hilal Provinsi Papua telah hadir di Merauke. Dengan fasilitasi dan koordinasi melalui Tim Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Bidang Haji dan Bimas Islam, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, tim teknis ini melibatkan pemangku kepentingan lintas sektoral. Tim melibatkan antara lain Pengadilan Tinggi Agama, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura, termasuk UPT Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Merauke, Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Merauke dan unsur lainnya.

Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Papua, H. Musa Narwawan, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah, menjelaskan bahwa rukyatul hilal merupakan cara yang digunakan untuk menentukan pergantian dari satu bulan ke bulan lainnya. Ketika Hilal terlihat maka itu pertanda awal bulan baru telah masuk. Ini dilakukan mengingat penanggalan di kalangan masyarakat muslim ditentukan berdasarkan peredaran bulan atau yang disebut Kamariah.

Rukyatul hilal, imbuhnya, dijadikan sebagai cara standar dalam menentukan apakah bulan Sya’ban sudah berakhir dan masuk bulan Ramadan atau belum. Ini juga diterapkan untuk menentukan kapan memulai puasa di bulan Ramadhan dan kapan harus mengakhirinya.

“Kita berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan hasil yang obyektif dan akurat, yang akan dijadikan sebagai pedoman  bagi umat Islam di Papua, termasuk di Papua Selatan, bahkan di Indonesia. Sebagai bagian dari tugas  Kantor Wilayah, kami berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita bersama”, harap Musa.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Gabriel Rettobyaan, yang ditemui di kantornya, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut serta mengapresiasi penggunaan gedung baru Pos Observasi Bulan yang telah dibangun pada tahun anggaran 2024.

“Ini menjadi momen bersejarah karena tahun ini Rukyatul Hilal di Merauke dilakukan di gedung baru yang telah siap digunakan. Harapannya, melalui fasilitas ini, pengamatan hilal dapat berjalan lebih optimal dan semakin akurat dalam menentukan awal bulan puasa”, ujar Gabriel Rettobyaan.

Ketua Tim Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Aminah, mengatakan, mengacu apa yang disampaikan pimpinan di pusat, POB ini ke depannya diharapkan juga bermanfaat tidak hanya untuk lingkup Kementerian Agama, namun juga bagi pelajar dan masyarakat luas, untuk menambah pengetahuan tentang astronomi.

Rangkaian kegiatan rukyatul hilal di POB Lampu Satu, dijelaskan Aminah, akan meliputi pembukaan kegiatan, sambutan-sambutan, pengamatan hilal, pemaparan posisi hilal, sidang isbat kesaksian rukyat hilal oleh Pengadilan Agama Merauke di lokasi rukyatul hilal, dan pelaporan. Hal ini mengacu pada Keputusan Bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dan Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia. (Redaksi)