Wali Kota Jayapura: ODHIV Harus Mandiri, Bantuan Usaha Jadi Solusi

Abisai Rollo menegaskan, dukungan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan modal awal untuk membangun usaha yang berkelanjutan.

KOTA JAYAPURA, Jayapura Post.Com – Pemerintah Kota Jayapura mendorong kemandirian Orang Dengan HIV (ODHIV) melalui langkah konkret. Bersama Dinas Sosial dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), pemkot menyerahkan bantuan paket usaha perkiosan kepada tujuh penerima sebagai upaya memperkuat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo. Ia menegaskan, dukungan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan modal awal untuk membangun usaha yang berkelanjutan.

Dalam arahannya, Abisai menyoroti tingginya angka HIV di Kota Jayapura yang telah menembus lebih dari 10 ribu kasus. Ia mengingatkan pentingnya menjalani hidup secara bertanggung jawab, menjaga diri, serta terus berupaya memperbaiki kualitas hidup.

Pemerintah, kata dia, tidak akan berhenti pada penyaluran bantuan. Melalui dinas terkait dan KPA, pembinaan, edukasi, serta pendampingan akan terus diperkuat guna menekan laju kasus HIV ke depan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam memberikan dukungan dan pemahaman kepada masyarakat.

Wali kota menekankan agar bantuan kios dimanfaatkan secara bijak. Hasil usaha, menurutnya, harus diprioritaskan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan hal-hal produktif. Dengan pengelolaan yang baik, usaha kecil tersebut diharapkan mampu menjadi sumber penghidupan yang stabil.

Sementara itu, Staf KPA Kota Jayapura, Jois Erleli, menyebut bantuan ini sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan ODHIV. Ia berharap para penerima dapat mengembangkan usaha, memperoleh keuntungan, dan memutar kembali modal untuk keberlanjutan ekonomi mereka.

Jois juga memaparkan, hingga Desember 2025 tercatat 10.946 kasus kumulatif HIV/AIDS di Kota Jayapura sejak 1993, terdiri dari 5.466 kasus AIDS dan 5.480 kasus HIV, dengan 427 kasus kematian. Meski demikian, layanan kesehatan bagi ODHIV terus berjalan, di mana pasien rutin mendapatkan pengobatan setiap bulan melalui puskesmas dan rumah sakit.

Program bantuan usaha ini diharapkan tidak hanya menggerakkan roda ekonomi penerima, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan HIV/AIDS di Kota Jayapura. (Redaksi Jayapura Post )