Eliminasi Malaria Jadi Kunci, Sarthak Das Dorong Akselerasi Pembangunan Papua

 

PAPUA , Jayapura Post.Com , – Kepala Eksekutif dari Asia Pasific Leaders Malaria Alliance (APLMA)
Sarthak Das, menegaskan bahwa eliminasi malaria di Indonesia, khususnya di Tanah Papua, merupakan langkah strategis untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam forum kesehatan di Jayapura, Das mengapresiasi komitmen lintas sektor di Indonesia dalam menangani penyakit menular seperti AIDS, TBC, malaria, dan kusta. Ia menilai kolaborasi dari berbagai latar belakang merupakan kekuatan besar yang jarang ditemukan di negara lain.

“Saya mengapresiasi Indonesia atas kemampuannya untuk bersatu. Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian dari komunitas ini,” ujarnya.

Das mengingatkan, malaria bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak besar terhadap ekonomi. Ia menyebut penyakit menular menyebabkan kerugian produktivitas hingga 1.739 kuadriliun rupiah, dengan malaria menjadi salah satu penyumbang utama.

“Ini bukan sekadar masalah kesehatan. Ini adalah masalah yang menghambat pembangunan,” katanya.

Menurut dia, lebih dari 93 persen kasus malaria di Indonesia berasal dari Tanah Papua. Dampaknya terasa langsung pada masyarakat, termasuk hilangnya pendapatan keluarga saat anggota keluarga sakit.

Das menekankan, eliminasi malaria harus dilakukan dari tingkat daerah. “Eliminasi malaria tidak bisa dicapai di ibu kota, tetapi di kabupaten, fasilitas kesehatan, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peluncuran SOP multisektoral yang melibatkan berbagai sektor untuk mempercepat penanganan di enam provinsi di Papua.

Selain itu, Das mendorong adanya Instruksi Presiden pada 2026 guna menyelaraskan langkah pemerintah pusat dan daerah. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas batas dengan Papua Nugini.

“Indonesia dan Papua Nugini berbagi satu tantangan penyakit,” katanya.

Ia menambahkan, kesenjangan pendanaan sekitar Rp 5,41 triliun perlu diatasi melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan Indonesia. (Redaksi Jayapura Post)