Pendaftaran Calon Ketua IKT Papua Dibuka, SC Tegaskan Proses Bersih Tanpa Intervensi

Eddy Rante Tasak : memberikan apresiasi kepada Steering Committee (SC) maupun Organizing Committee (OC) yang dinilainya telah bekerja profesional dalam mempersiapkan pelaksanaan Musda V.

PAPUA, Jayapura Post.Com  – Tahapan menuju Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua resmi dimulai. Hari ini (Rabu  22/07) Steering Committee (SC) membuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum IKT Provinsi Papua sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi yang akan menentukan arah IKT selama lima tahun ke depan.

Panitia memastikan seluruh tahapan pemilihan akan berlangsung secara demokratis, transparan, dan bebas dari intervensi pihak mana pun, sehingga mampu melahirkan sosok pemimpin yang memiliki integritas serta mampu merangkul seluruh keluarga besar Toraja yang ada di Tanah  Papua.

Ketua Panitia Musda V IKT Papua, Mika Sapan, ST mengatakan hingga saat ini proses pendaftaran telah dibuka dan berdasarkan informasi yang diterima panitia telah muncul sedikitnya dua figur yang bersiap maju sebagai calon Ketua Umum. Meski demikian, jumlah tersebut masih berpeluang bertambah hingga penutupan pendaftaran hingga pukul 23.59 Wit.

Menurut Mika, Musda bukan sekadar memilih pemimpin baru, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan menentukan arah organisasi ke depan.

“Kami berharap Musda ini menghasilkan ketua yang mampu mengayomi seluruh masyarakat Toraja di Papua, memiliki visi membangun organisasi, serta mampu menjaga kebersamaan seluruh anggota IKT,” ujarnya.

Ia menjelaskan seluruh pengurus dan perwakilan IKT dari berbagai kabupaten dan kota di Papua dijadwalkan hadir sebagai peserta Musda. Kehadiran seluruh daerah dinilai penting agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mewakili aspirasi keluarga besar Toraja di Tanah Papua.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Musda, Yosef  I. Masakke, memastikan seluruh agenda telah disusun secara matang. Pembukaan Musda dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu (25/07) dimulai pukul 08.00 WIT, kemudian dilanjutkan dengan sidang-sidang organisasi hingga proses pemilihan Ketua Umum yang akan berlangsung selama sehari penuh.

Menurut Yosef, panitia telah mempersiapkan seluruh perangkat persidangan, mulai dari tata tertib, administrasi, hingga mekanisme pemilihan agar seluruh tahapan berjalan tertib dan sesuai aturan organisasi.

“Agenda yang paling menentukan tentu adalah pemilihan Ketua Umum. Karena itu seluruh perangkat sidang telah kami siapkan agar proses berjalan lancar, objektif, dan menghasilkan keputusan yang dapat diterima seluruh peserta,” katanya.

Yosef  menambahkan, panitia juga bertanggung jawab mengawal seluruh rangkaian Musda hingga pelantikan Ketua Umum terpilih.

Dalam proses pencalonan, terdapat sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi setiap kandidat. Salah satu syarat utama yakni pernah aktif menjadi pengurus IKT minimal lima tahun. Ketentuan tersebut dibuat agar calon yang maju memiliki pengalaman organisasi dan memahami kebutuhan serta dinamika IKT Papua.

Di sisi lain, Ketua Umum IKT Provinsi Papua, Edie Rante Tasak, memberikan apresiasi kepada Steering Committee (SC) maupun Organizing Committee (OC) yang dinilainya telah bekerja profesional dalam mempersiapkan pelaksanaan Musda V.

Ia menegaskan seluruh panitia bekerja secara mandiri, netral, dan tidak memihak kepada calon mana pun.

“Saya percaya SC maupun OC bekerja secara independen, tidak ditunggangi oleh kepentingan siapa pun, serta menjalankan tugasnya secara profesional. Bahkan sebagai Ketua Umum, saya tidak pernah mengintervensi pekerjaan panitia. Biarkan mereka bekerja sesuai mekanisme organisasi,” tegas Edie.

Edie juga mengajak seluruh peserta Musda agar menggunakan hak pilih secara bijaksana dengan mengedepankan kapasitas, pengalaman, integritas, serta komitmen para calon dalam membangun organisasi.

Menurutnya, seluruh figur yang maju merupakan putra-putra terbaik Toraja yang memiliki kemampuan dan rekam jejak masing-masing.

Karena itu, ia mengingatkan agar proses demokrasi tidak berubah menjadi ajang saling menyerang maupun menjatuhkan antar kandidat.

“Jangan sampai hanya karena proses pemilihan yang berlangsung sesaat, kita justru menciptakan sekat-sekat di tengah keluarga besar Toraja. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi yang utama,” ujarnya.

Edie berharap Musda V menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, bukan sebaliknya memunculkan perpecahan yang dapat merugikan IKT Papua dalam jangka panjang.

“Mari kita menjaga persatuan, bergandengan tangan, saling menghormati, dan menyerahkan proses ini kepada Tuhan. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pemimpin yang harus didukung bersama demi kemajuan IKT Provinsi Papua lima tahun ke depan,” pungkasnya. (Redaksi Jayapura Post )

 

Penulis: Redaksi Jayapura PostEditor: Redaksi Papua Sumber Berita