Sohilait: Tanpa Riset dan Kolaborasi, Sagu Papua Sulit Jadi Kekuatan Ekonomi

 

PAPUA, Jayapura Post.Com  — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian L. Sohilait, menegaskan pentingnya penguatan riset dan kolaborasi lintas lembaga dalam mendorong pengembangan sagu sebagai komoditas unggulan daerah.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Pembukaan  Festival Sagu Papua 2026 yang dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen  di halaman apel Kantor Gubernur, Jumat (23/04/2026).

Dalam paparannya, Sohilait menyoroti perlunya langkah awal berupa pemetaan potensi sagu secara menyeluruh di wilayah Papua.

Ia menyebut sejumlah daerah seperti Kabupaten Mamberamo Raya, Waropen, Sarmi, dan Kabupaten Jayapura sebagai kawasan yang memiliki potensi besar dan perlu mendapat perhatian serius.

“Pemetaan ini penting agar kita mengetahui secara pasti di mana kekuatan sagu berada. Dari situ, pemerintah bisa menyusun intervensi yang tepat, mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan sagu tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan terpadu yang mencakup penanaman, pengelolaan, proses produksi, hingga pemasaran.

Untuk itu, peran pemerintah provinsi harus diperkuat melalui dukungan kebijakan, pendampingan, serta sinergi dengan lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia mengakui bahwa hingga saat ini pengelolaan sagu di Papua belum sepenuhnya optimal dan masih membutuhkan dorongan konkret di berbagai sektor.

Namun demikian, Sohilait optimistis Festival Sagu Papua akan menjadi momentum penting yang mampu menggerakkan percepatan pengembangan komoditas tersebut.

“Kita mungkin belum melihat hasil besar hari ini, tetapi dalam dua hingga tiga tahun ke depan, festival ini akan menjadi pendorong kuat lahirnya karya-karya besar berbasis sagu,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan inovasi dan meningkatkan nilai tambah sagu.

 

Dengan pendekatan tersebut, sagu diharapkan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. (Redaksi Jayapura Post)

Penulis: Redaksi Jayapura PostEditor: Redaksi PapuaSumber Berita