154 Kampung Di Papua Masih Gelap, Pemprov Kejar Target Papua Terang 2030

Karsudi : Kolaborasi dengan PLN dan Kementerian ESDM, 76 titik listrik komunal disiapkan untuk mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terisolasi.

 


JAKARTA, Jayapura Post.com – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan seluruh wilayah Papua terbebas dari kegelapan melalui Program Papua Terang 2030.

Program tersebut difokuskan untuk menghadirkan akses listrik hingga ke kampung-kampung terpencil melalui kolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN.

Hal ini ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Papua, Dr. Karsudi, S.P,.M.Si usai mendampingi Gubernur Papua bertemu Dirjen Minyak Dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman di Gedung Ibnu Sutowo Kementerian ESDM RI pada Selsa (30/06)

Karsudi mengungkapkan hingga saat ini masih terdapat 154 dari total 949 kampung di Papua yang belum menikmati layanan listrik.

“Target kami pada tahun 2030 seluruh kampung di Provinsi Papua sudah mendapatkan akses listrik. Saat ini masih ada 154 kampung yang berada dalam kondisi gelap gulita, sehingga membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan,” ujarnya.

Menurutnya, percepatan elektrifikasi akan dilakukan melalui dua skema utama. Pertama, Program Listrik Desa yang menjadi tanggung jawab PLN untuk menjangkau wilayah yang telah memiliki akses jaringan distribusi listrik.

Kedua, Program Listrik Komunal yang akan dikembangkan Pemerintah Provinsi Papua untuk melayani daerah-daerah yang tidak memungkinkan dijangkau jaringan PLN.

“PLN akan fokus pada program listrik desa, sementara Pemerintah Provinsi Papua akan menangani pembangunan listrik komunal bagi kampung-kampung yang berada di wilayah terisolasi dan belum dapat dijangkau jaringan PLN,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kata dia pemerintah menargetkan pembangunan 76 titik listrik komunal, dengan 26 titik di antaranya merupakan revitalisasi terhadap fasilitas kelistrikan yang sudah ada namun memerlukan perbaikan agar kembali berfungsi optimal.

Karsudi menegaskan, usai pertemuan dengan Kementerian ESDM, Pemprov Papua akan segera menggelar rapat koordinasi bersama PLN untuk membagi tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak agar target Papua Terang 2030 dapat tercapai sesuai yang ditargetkan.

Selain membahas program elektrifikasi, Pemprov Papua juga memperkuat sistem distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga melalui pengoperasian empat depot strategis yang tersebar di wilayah Papua.

Diketahu 4 depot yang akan menjadi perhatian serius pemerintah diantaranya Depot Jayapura yang berlokasi di Dok VII akan melayani distribusi BBM untuk Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi hingga Mamberamo.

 

Sementara Depot Serui melayani Kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen, sedangkan Depot Biak mengakomodasi kebutuhan BBM di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori.

Pemerintah Provinsi Papua berharap penguatan infrastruktur listrik dan distribusi energi tersebut dapat mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Papua. (Redaksi Jayapura Post )