Gubernur Papua Wujudkan Visi Papua Cerdas, Program PACE-MACE dan Sekolah Kedinasan Diburu Ribuan Peserta

Marthen Medlama : Sasaran program ini meliputi 12 sekolah yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi yakni lima Sekolah Negeri Khusus (SNK), dan 7 selolah Luar Biasa (SLB).

PAPUA, Jayapura Post.Com – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan terus mempercepat pelaksanaan Program PACE-MACE yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Papua.

Selain menyiapkan skema beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, pemerintah juga telah memulai proses seleksi calon peserta sekolah kedinasan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Marthen Medlama, S.Pd., M.Si., MTESOL. menjelaskan,program inj diprioritaskan bagi peserta didik yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Papua.

Sasaran program ini meliputi 12 sekolah yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi yakni lima Sekolah Negeri Khusus (SNK), dan 7 selolah Luar Biasa (SLB).

Medlama sampaikan  , program tersebut tidak diberikan kepada seluruh SMA di Papua, melainkan difokuskan kepada sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus agar memperoleh kesempatan belajar yang setara melalui dukungan biaya pendidikan dan uang saku.

Program PACE-MACE dan akses ke sekolah kedinasan bukan sekadar memberikan bantuan pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Papua yang berkualitas.

“Kami ingin anak-anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan terbaik dan kembali membangun daerahnya,” ujarnya kepada Media ini di Jakarta pada Rabu (08/07)

Sementara itu, Program MACE (Mahasiswa Cerdas) mencakup sejumlah skema beasiswa, mulai dari pendidikan dokter spesialis, beasiswa S3 bagi dosen perguruan tinggi swasta bagi orang asli Papua, hingga beasiswa bagi 1.000 mahasiswa jenjang S1 dan S2 di perguruan tinggi dalam negeri
.
Pemerintah Provinsi Papua juga menyiapkan bantuan studi akhir bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir atau skripsi.

Penyaluran bantuan tersebut akan diverifikasi melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) untuk memastikan penerima benar-benar memenuhi persyaratan.

Lebih lanjut kata Medlama distribusi penerima beasiswa akan dilakukan secara merata di seluruh kabupaten dan kota agar manfaat Program MACE tidak hanya terpusat di Kota Jayapura, tetapi juga dirasakan mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta di berbagai daerah di Provinsi Papua.

Selain program beasiswa, Pemprov Papua juga tengah menggenjot program persiapan menuju sekolah kedinasan. Seleksi peserta telah berlangsung di seluruh kabupaten dan kota dengan melibatkan tim yang berpengalaman dalam pembinaan calon taruna.

Masih kata Kadis Pendidikan, awalnya kuota peserta yang disiapkan sebanyak 30 orang. Namun, tingginya minat putra-putri Papua membuat Pemerintah Provinsi Papua menambah kuota menjadi sekitar 50  orang agar semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan kedinasan.

Seleksi  kata dia tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pemeriksaan kesehatan dan kebugaran fisik sesuai standar masing-masing sekolah kedinasan.

Peserta akan diarahkan ke berbagai institusi pendidikan kedinasan nasional, tidak hanya sekolah kepolisian dan militer, tetapi juga sekolah kedinasan di bidang perhubungan, perkeretaapian, dan sektor strategis lainnya

.
“Harapan kami, semakin banyak anak-anak Papua yang berhasil menembus sekolah kedinasan maupun perguruan tinggi unggulan. Mereka nantinya akan menjadi pemimpin, tenaga profesional, dan aparatur yang mampu membawa perubahan positif bagi Papua,” kata Kadis Pendidikan.

Program PACE-MACE menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Papua Matius D Fakhiri yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Pemerintah Provinsi Papua menegaskan seluruh proses seleksi dilaksanakan secara terbuka dan berdasarkan kemampuan peserta. Setiap anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

Untuk mendukung pelaksanaan Program PACE-MACE secara menyeluruh, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan masih melakukan finalisasi kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp60 hingga Rp70 miliar.

Anggaran tersebut mencakup pembiayaan pendidikan, biaya hidup penerima beasiswa, bantuan studi akhir, pendidikan dokter spesialis, hingga program sekolah kedinasan yang menjadi bagian dari investasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia papua.

Melalui program ini , pemerintah berupaya memastikan tidak ada lagi anak Papua yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.

Pemerintah Provinsi Papua optimistis penguatan sektor pendidikan akan melahirkan SDM yang kompetitif, inovatif, serta mampu mendukung percepatan pembangunan di berbagai bidang, sekaligus mewujudkan Papua yang maju, mandiri, dan sejahtera (Redaksi Jayapura Post)