PACE-MACE Cetak SDM Unggul, Kadis Pendidikan Pastikan Penyaluran Bantuan Transparan Dan Tepat Sasaran

Marthen Medlama, S.Pd., M.Si., MTESOL : Program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam menyiapkan SDM Papua yang berkualitas

Caption : Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pendidikan Provinsi Papua  Marthen Medlama, S.Pd., M.Si., MTESOL

PAPUA, Jayapura Post.com – Pemerintah Provinsi Papua terus menunjukkan keseriusannya membangun sumber daya manusia (SDM) melalui Program Beasiswa Pendidikan PACE-MACE. Program unggulan yang baru diluncurkan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri itu tidak hanya menjadi instrumen bantuan pendidikan, tetapi juga strategi jangka panjang untuk mencetak generasi Papua yang unggul, berdaya saing, dan mampu mengisi berbagai profesi strategis di masa depan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, S.Pd., M.Si., MTESOL, mengatakan komitmen pemerintah terhadap pembangunan SDM tercermin dari meningkatnya dukungan anggaran pendidikan yang terus diperluas setiap tahun.

“Program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam menyiapkan SDM Papua yang berkualitas. Mulai dari mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi, calon dokter, dokter spesialis hingga dosen yang melanjutkan pendidikan doktoral,” kata Marthen usai mendampingi Gubernur Papua meluncurkan Kartu PACE-MACE di Jayapura, Jumat (13/6/2026).

Menurutnya, pada tahun 2024 Pemerintah Provinsi Papua telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 juta untuk membantu 40 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih yang sedang menjalani Program Koasistensi (KOAS). Bantuan tersebut diberikan agar calon dokter Orang Asli Papua dapat menyelesaikan pendidikan profesi dan kembali mengabdi di daerah yang masih kekurangan tenaga kesehatan.

Komitmen itu berlanjut pada tahun 2025 dengan penyaluran bantuan pendidikan kepada 53 mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi akhir. Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp535 juta untuk membantu biaya skripsi, ujian akhir hingga wisuda.

Sementara pada tahun anggaran 2026, jumlah penerima bantuan meningkat signifikan. Sebanyak 110 mahasiswa mendapat bantuan penyelesaian studi dengan alokasi anggaran mencapai Rp1,03 miliar.

Meski demikian, tingginya kebutuhan masyarakat menunjukkan bahwa akses pembiayaan pendidikan masih menjadi tantangan besar. Dinas Pendidikan Provinsi Papua mencatat lebih dari 400 proposal bantuan studi akhir telah masuk hingga pertengahan tahun 2026.

Lebih lanjut dikatakannya  beasiswa MACE akan dimulai tahun depan sebanyak 1000 calon penerima.. dan  beasiswa PACE  sebanyak jumlah anak anak  dari  12 sekolah di bawah binaan Dinas Pendidikan Provinsi Papua dan untuk PPLP sebanyak  100 anak tahun 2027

“Jumlah proposal yang masuk menunjukkan kebutuhan bantuan pendidikan masih sangat tinggi. Karena itu pemerintah berupaya menambah dukungan melalui Anggaran Belanja Tambahan agar lebih banyak mahasiswa Papua yang bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” ujarnya.

Melalui Anggaran Belanja Tambahan Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp3,38 miliar untuk sejumlah program strategis. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membantu 110 mahasiswa penyelesaian studi akhir, 40 mahasiswa kedokteran peserta KOAS, 20 dokter Orang Asli Papua yang akan menempuh pendidikan dokter spesialis, serta 20 dosen OAP yang melanjutkan pendidikan Program Doktor (S3).

Tak hanya fokus pada pendidikan akademik, pemerintah juga menyiapkan Beasiswa PACE bagi 40 pelajar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) berprestasi di bidang olahraga sebagai upaya mencetak SDM unggul dari berbagai sektor.

Marthen menegaskan, Program PACE-MACE merupakan bagian dari visi besar Gubernur Papua Matius D. Fakhiri untuk memperkuat kualitas SDM sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Selain memperluas jangkauan bantuan pendidikan, Pemerintah Provinsi Papua juga melakukan transformasi layanan melalui peluncuran Portal Beasiswa Pendidikan PACE-MACE. Sistem digital tersebut memungkinkan seluruh proses pendaftaran, verifikasi, seleksi, penetapan penerima hingga monitoring dilakukan secara daring dan terintegrasi.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Melalui portal ini masyarakat dapat mengakses layanan dengan lebih mudah, sementara pemerintah dapat melakukan pengawasan secara maksimal,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem, Dinas Pendidikan Provinsi Papua bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) melalui penerbitan Kartu ATM PACE-MACE dan Kartu Tap PACE-MACE bagi seluruh penerima manfaat.

Kartu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyaluran bantuan pendidikan secara non-tunai, tetapi juga menjadi identitas resmi peserta program yang terhubung langsung dengan sistem digital pemerintah.

Dengan berbagai terobosan tersebut, Program PACE-MACE diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya dokter, dosen, tenaga profesional, atlet berprestasi, serta generasi muda Papua yang siap menjadi pelaku utama pembangunan di Tanah Papua. (Redaksi Jayapura Post)