Pengurus KONI Siap Kerja Mandiri Untuk Papua

Matius Fakhiri : Saya membutuhkan orang-orang yang bisa menghidupkan organisasi. KONI harus menjadi motor penggerak pembinaan olahraga di Papua

 

PAPUA,Jayapura Post.Com– Jumlah pengurus KONI Papua periode terbaru yang mencapai 199 orang menjadi sorotan.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum KONI Papua, Matius Fakhiri, menegaskan bahwa besarnya struktur kepengurusan bukan tanpa alasan, melainkan disusun berdasarkan kebutuhan organisasi olahraga yang menaungi puluhan cabang olahraga di Papua.

Dalam rapat perdana bersama seluruh pengurus, Fakhiri menjelaskan bahwa komposisi kepengurusan yang besar diperlukan untuk mengakomodasi berbagai bidang kerja sekaligus memastikan pembinaan olahraga berjalan hingga ke tingkat cabang olahraga dan daerah.

Menurutnya, pemilihan nama-nama yang masuk dalam kepengurusan juga melalui berbagai pertimbangan.

Tidak semua yang diusulkan dapat diakomodasi, namun mereka yang dipilih dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen untuk bekerja membangun olahraga Papua.

“Saya membutuhkan orang-orang yang bisa menghidupkan organisasi. KONI harus menjadi motor penggerak pembinaan olahraga di Papua,” kata Fakhiri.

Meski jumlah pengurus terbilang besar, mantan Kapolda Papua itu mengingatkan bahwa jabatan di KONI bukan sekadar status atau kebanggaan semata.

Bahkan dirinya menyampaikan pesan  dengan tegas bahwa  pengurus koni kali ini berbeda dengan kepengurusan sebelumnya karena tidak dibiayai dengan honor memgingat situasi keuangan yang tidak baik baik saja.

Seluruh pengurus dituntut menunjukkan kinerja nyata dan mengambil bagian dalam mempersiapkan atlet-atlet Papua menghadapi berbagai agenda olahraga nasional
.
Ia bahkan mengingatkan agar tidak ada pihak yang bergabung ke dalam kepengurusan dengan tujuan mencari keuntungan pribadi.

“Saya sampaikan secara terbuka, jangan ada yang masuk organisasi untuk mencari keuntungan. Kita masuk karena ingin membangun olahraga Papua,” tegasnya.

Fakhiri juga mengungkapkan bahwa waktu yang dimiliki KONI Papua menuju agenda olahraga nasional berikutnya sangat singkat.

Karena itu, seluruh bidang diminta segera bekerja, melakukan konsolidasi dengan cabang olahraga, serta menyusun program pembinaan atlet secara terukur.

Baginya, kepengurusan yang besar justru harus menjadi kekuatan untuk mempercepat pembinaan olahraga di Papua

Dengan melibatkan banyak figur dari berbagai latar belakang dan pengalaman, ia berharap KONI Papua mampu membangun sistem pembinaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Kita tidak punya banyak waktu. Yang dibutuhkan sekarang adalah kerja, koordinasi, dan komitmen bersama untuk mengangkat kembali prestasi olahraga Papua,” ujarnya.

Kepengurusan yang berjumlah 199 orang itu, kata Fakhiri, akan diuji oleh waktu. Mereka yang memiliki komitmen terhadap kemajuan olahraga Papua akan tetap bertahan dan bekerja, sementara organisasi harus terus bergerak menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk mengharumkan nama Papua di tingkat nasional maupun internasional. (Redaksi Jayapura Post)