POLRI  

Tokoh Adat Keerom Ajak Warga Bersatu, Apresiasi Langkah Humanis Satgas Damai Cartenz

Herman Yoku : membangun keamanan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diperkuat dengan komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan membangun kepercayaan antara aparat keamanan dan masyarakat

KEEROM, Jayapura Post.Com  – Kepala Suku Besar Wiikaya Keerom, Herman Yoku, mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan dan kedamaian sebagai modal utama dalam membangun Tanah Papua. Menurutnya, keamanan bukan semata menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Herman Yoku pada 9 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz atas pendekatan humanis yang selama ini dilakukan kepada masyarakat, sekaligus mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menciptakan situasi Papua yang aman, damai, dan kondusif.

Saya memberikan apresiasi dan dukungan kepada Satgas Operasi Damai Cartenz yang selama ini mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Saya juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama membangun Papua, menjaga tanah ini tetap damai, hidup berdampingan sebagai sesama ciptaan Tuhan, serta terus mengamalkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Herman.

Menurut Herman, membangun keamanan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diperkuat dengan komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan membangun kepercayaan antara aparat keamanan dan masyarakat. Dialog yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci untuk mencegah munculnya konflik sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Ia menegaskan bahwa kedamaian merupakan harapan seluruh masyarakat Papua. Karena itu, setiap warga diharapkan menjaga persatuan, mengedepankan semangat kebersamaan, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun tindakan yang berpotensi memecah belah kehidupan bermasyarakat.

Di sisi lain, Herman mengakui masih adanya sejumlah peristiwa kekerasan yang memengaruhi rasa aman masyarakat. Oleh sebab itu, ia berharap pendekatan persuasif dan humanis yang selama ini dilakukan aparat keamanan terus dipertahankan, sementara setiap dugaan tindak pidana tetap ditangani secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pendekatan humanis sudah banyak dilakukan dan saya berharap terus dilanjutkan. Sementara apabila terjadi pelanggaran hukum, penanganannya harus dilakukan sesuai SOP, profesional, dan terukur agar masyarakat benar-benar merasakan keamanan dan kenyamanan di tanah Papua,” katanya.

Menutup penyampaiannya, Herman kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Papua. Menurutnya, keamanan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan terus membangun komunikasi, saling menghormati, serta menjalankan peran masing-masing demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan harmonis.(Redaksi Jayapura Post)