POLRI  

Tragedi Dini Hari di Jembatan Merah Youtefa, Pemancing Muda Tewas Terjatuh ke Laut, Tim Gabungan Berjibaku Lakukan Evakuasi

Kapolsek Abepura Kompol Paulus Hilapok, S.Kom : Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

KOTA JAYAPURA, Jayapura Post.Com – Suasana tenang di Jembatan Merah Youtefa, Kota Jayapura, mendadak berubah menjadi duka pada Selasa (14/7) dini hari. Seorang pemancing muda bernama Firman (22), warga Jalan Nuri, Kali Acai, dilaporkan terjatuh ke laut saat memancing bersama sejumlah rekannya. Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.35 WIT. Saat itu, salah seorang rekan korban berlari menuju Pos Polisi Perairan (Polairud) yang berada di kawasan Jembatan Merah Youtefa untuk meminta pertolongan setelah mengetahui Firman terjatuh ke laut.

Menurut keterangan saksi, korban bersama beberapa temannya tengah memancing di atas jembatan. Tanpa diduga, terdengar suara benda jatuh yang disusul kepanikan para pemancing. Ketika dicari, Firman sudah tidak terlihat lagi di atas jembatan.

Yang tersisa hanyalah cahaya lampu senter kepala milik korban yang masih tampak menyala di permukaan air sebelum akhirnya perlahan menghilang terbawa gelapnya laut.

Mendapat laporan tersebut, personel Sat Polairud Polresta Jayapura Kota langsung bergerak cepat menuju lokasi menggunakan longboat. Operasi pencarian kemudian diperkuat personel Polsek Abepura, Polsek Jayapura Selatan, Piket Fungsi Polresta Jayapura Kota, serta Basarnas yang bersama-sama menyisir perairan di sekitar Jembatan Merah Youtefa.

Namun proses pencarian tidak berlangsung mudah. Gelapnya malam, jarak pandang yang terbatas, serta arus laut yang cukup deras menjadi tantangan berat bagi tim gabungan dalam upaya menemukan korban.

Sekitar pukul 02.30 WIT, tim sempat mendarat di Pantai Cibery untuk meminta keterangan tambahan dari para saksi sekaligus menyusun strategi pencarian sebelum kembali melakukan penyisiran menggunakan dua unit perahu.

Upaya tanpa henti itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 05.40 WIT, tim gabungan berhasil menemukan Firman dalam kondisi tidak bernyawa. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua untuk proses penanganan lebih lanjut.

Jenazah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara sekitar pukul 06.18 WIT. Selanjutnya, pihak keluarga diminta melengkapi administrasi berupa laporan polisi, surat permintaan visum, serta surat penolakan autopsi sesuai dengan permintaan keluarga.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Abepura Kompol Paulus Hilapok, S.Kom., mengatakan seluruh personel bergerak cepat begitu menerima laporan masyarakat.

“Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Ini merupakan bentuk respons cepat Polri bersama instansi terkait dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada setiap situasi darurat,” ujarnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas memancing, terutama pada malam hari dan di lokasi yang memiliki tingkat risiko tinggi seperti jembatan maupun kawasan perairan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika memancing di atas jembatan atau di sekitar perairan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika terjadi keadaan darurat, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani,” pungkasnya. (Redaksi Jayapura Kota)