POLRI  

Astamaops Kapolri Turun Langsung ke Papua, Tekankan Pendekatan Humanis Dan Perlindungan Personel Dari Ancaman Malaria

 

PAPUA, Jayapura Post.Com – Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., turun langsung meninjau wilayah operasi di Tanah Papua guna memastikan pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole berjalan optimal.

Kunjungan tersebut menjadi penegasan komitmen Polri menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan humanis, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap personel yang bertugas di daerah dengan tingkat risiko tinggi.

Dalam kunjungan kerja itu, Astamaops Kapolri didampingi Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat Stamaops Polri, Polda Papua Tengah, Korps Brimob, serta para pejabat utama Operasi Damai Cartenz-2026.

Selain mengevaluasi perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), rombongan juga meninjau kesiapan personel, efektivitas pelaksanaan operasi, dukungan logistik, hingga langkah-langkah pembinaan masyarakat yang selama ini dijalankan di wilayah operasi.

Dalam arahannya, Komjen Fadil Imran menegaskan bahwa menjaga keamanan Papua tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan taktis aparat, tetapi juga harus dibangun melalui komunikasi yang baik dengan masyarakat dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat. Papua memiliki karakteristik dan kearifan lokal yang sangat kuat sehingga pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan dialog, penghormatan terhadap budaya, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kunjungan tersebut, Astamaops Kapolri juga berdialog dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua.

Namun, perhatian Astamaops Kapolri tidak hanya tertuju pada aspek keamanan. Ia memberikan penekanan khusus terhadap ancaman malaria yang masih menjadi salah satu risiko terbesar bagi personel yang bertugas di sejumlah wilayah pedalaman Papua.

Komjen Fadil mengingatkan seluruh komandan sektor agar memperketat pengawasan terhadap disiplin personel dalam menjalankan protokol pencegahan malaria, mulai dari konsumsi obat pencegahan, penggunaan kelambu, perlengkapan pelindung diri, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Ancaman terbesar di wilayah operasi bukan hanya gangguan keamanan, tetapi juga penyakit malaria. Saya minta seluruh personel disiplin menjaga kesehatan, mematuhi langkah-langkah pencegahan, dan para komandan agar melakukan pengawasan secara melekat. Jangan sampai personel menjadi korban karena lalai menjaga kondisi kesehatannya,” tegasnya.

Menurut Astamaops Kapolri, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari tercapainya target penugasan, tetapi juga dari kemampuan seluruh personel menyelesaikan tugas dalam kondisi sehat, selamat, dan siap kembali kepada keluarga.

Ia juga menginstruksikan agar seluruh pos operasi terus memperkuat sistem perlindungan personel (force protection), meningkatkan dukungan logistik, pelayanan kesehatan, serta memperkuat fungsi komando dan pengendalian. Di sisi lain, sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan diminta terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.

Komjen Fadil turut menyampaikan apresiasi Kapolri kepada seluruh personel Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjaga keamanan Papua. Ia berharap profesionalisme, soliditas, dan semangat pelayanan kepada masyarakat terus dipertahankan.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan kunjungan Astamaops Kapolri menjadi suntikan motivasi bagi seluruh personel di lapangan.

“Kunjungan Astamaops Kapolri menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Arahan terkait pendekatan humanis, penguatan sinergi, serta perhatian terhadap kesehatan personel, khususnya pencegahan malaria, akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Amole akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif, preemtif, pendekatan humanis, serta penegakan hukum secara profesional dan terukur demi menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Tanah Papua.

Menurut Faizal, strategi berbasis kearifan lokal tetap menjadi pilar utama dalam membangun kepercayaan masyarakat, sejalan dengan upaya menjaga kesiapan fisik dan mental seluruh personel yang bertugas.

Melalui kunjungan tersebut, Polri kembali menegaskan bahwa menjaga keamanan Papua bukan semata-mata melalui operasi penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan dialogis, kolaborasi dengan masyarakat, serta perlindungan maksimal terhadap personel yang menjadi garda terdepan di wilayah operasi. Malaria pun kini menjadi salah satu fokus utama yang dinilai sama pentingnya dengan ancaman keamanan, karena kesehatan personel merupakan faktor penentu keberhasilan setiap misi di Tanah Papua. (Redaksi Jayapura Post)

Penulis: Redaksi Jayapura PostEditor: Redaksi Papua Sumber Berita