Ketua Forum ASN Papua Bantah Terlibat Aksi Relawan, Tempuh Jalur Hukum dan Tegaskan Netralitas ASN

PAPUA, Jayapura Post.Com  – Ketua Forum ASN Provinsi Papua  Natan Ansanay angkat bicara setelah namanya dicantumkan dalam sebuah flyer ajakan aksi relawan yang beredar luas di media sosial. Ia menegaskan tidak pernah dilibatkan, dikonfirmasi, maupun memberikan persetujuan atas penggunaan namanya dalam materi publikasi tersebut.

Ia mengaku terkejut ketika pertama kali menerima selebaran itu dari sejumlah rekan sesama ASN dan aktivis. Menurutnya, flyer tersebut secara sepihak mencantumkan dirinya sebagai perwakilan ASN dalam agenda penggalangan tim pemenangan atau relawan.

“Saya sangat kaget ketika melihat flyer itu beredar. Saya juga menerima kiriman dari beberapa teman aktivis maupun anggota Forum ASN. Saya tidak pernah dikonfirmasi ataupun diberitahu mengenai rencana aksi tersebut, tetapi nama saya justru dicantumkan sebagai perwakilan ASN,” ujarnya.

Merespons hal itu, melalui Forum ASN Provinsi Papua, ia langsung menyampaikan klarifikasi kepada publik sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Papua karena nama organisasinya kembali digunakan tanpa sepengetahuan pengurus.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Papua melalui tim siber maupun aparat terkait menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran flyer tersebut.

“Ini sudah yang kedua kalinya nama Forum ASN dicatut. Sebelumnya terkait isu pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, sekarang kembali muncul flyer lain yang mencatut nama saya dan Forum ASN,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sejak munculnya isu pembayaran TPP, Forum ASN telah meminta seluruh aparatur sipil negara memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini masih dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran nasional serta berbagai faktor yang berdampak pada pengelolaan keuangan pemerintah.

Karena itu, ia mengimbau seluruh ASN bersabar dan tetap mengikuti setiap kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Terkait flyer ajakan aksi relawan yang beredar, ia menegaskan dirinya bukan bagian dari tim politik maupun pekerja politik. Sebagai aparatur sipil negara, ia berkomitmen menjaga netralitas ASN sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.

“Saya bukan petugas politik atau pekerja politik. Saya adalah ASN yang harus menjaga independensi dan netralitas. Tugas saya mendukung kebijakan pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam kapasitas sebagai aparatur sipil negara, bukan sebagai bagian dari tim relawan,” tegasnya.

Karena merasa dirugikan atas pencatutan nama tersebut, ia mengaku telah melaporkan persoalan itu kepada Satuan Intelkam Polresta Jayapura Kota agar dilakukan penelusuran mengenai asal-usul dan pihak yang menyebarkan flyer tersebut.

“Saya sudah menyampaikan laporan kepada Polresta Jayapura Kota  mencari tahu siapa yang membuat dan menyebarkan flyer tersebut karena nama saya secara pribadi dan Forum ASN telah dicatut tanpa izin,” ungkapnya.

Menurutnya, kedua flyer tersebut memiliki pola yang hampir sama dan muncul dalam rentang waktu yang berdekatan sehingga diduga berasal dari pihak yang sama.

“Saya melihat ada kemiripan dengan flyer sebelumnya. Selisih waktunya hanya sekitar dua minggu. Karena itu saya menduga sumber penyebarannya kemungkinan berasal dari pihak yang sama. Bisa saja ada pihak-pihak yang merasa tidak puas, atau ada komunikasi tertentu dari kelompok relawan yang kemudian menyeret nama ASN. Tetapi itu masih dugaan dan tentu perlu dibuktikan oleh aparat yang berwenang,” katanya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diungkap agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat maupun di lingkungan ASN. Ia juga mengingatkan agar seluruh aparatur sipil negara tetap menjaga profesionalisme dan netralitas serta tidak mudah terlibat dalam aktivitas politik praktis yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap birokrasi. (Redaksi Jayapura Post )