Bangun Jembatan Transportasi Papua Tengah, John Gobai Dorong Penguatan Pesawat Perintis untuk Jangkau Wilayah Terpencil

Papua Tengah, Jayapura Post.Com – Anggota DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan bahwa transportasi merupakan urat nadi pembangunan dan pelayanan publik di Tanah Papua, khususnya di wilayah Papua Tengah yang sebagian besar masyarakatnya masih tinggal di daerah terpencil, pegunungan, pesisir, dan kawasan yang sulit dijangkau melalui transportasi darat.

Menurut Gobai, sekitar 70 persen masyarakat Papua berada di wilayah yang jauh dari pusat kota maupun ibu kota kabupaten. Kondisi geografis yang berat menjadikan pesawat perintis, kapal kecil, dan perahu motor sebagai sarana vital untuk membuka akses pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

“Jika transportasi tidak tersedia, maka pelayanan pemerintah tidak akan merata. Karena itu, keberadaan pesawat perintis, kapal kecil, dan transportasi darat yang terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjangkau masyarakat yang hidup di daerah terisolasi,” ujar Gobai.

Ia mengingatkan bahwa sejarah pelayanan transportasi udara di Papua telah berlangsung sejak awal tahun 1960-an melalui penerbangan misi seperti AMA dan MAF yang menjadi pelopor penerbangan perintis di berbagai wilayah Papua. Bahkan, MAF saat itu mengembangkan pesawat yang mampu mendarat di wilayah perairan guna melayani masyarakat yang tinggal di daerah rawa dan kawasan pesisir.

Selama puluhan tahun, pesawat-pesawat perintis tersebut menjadi penghubung utama antarkampung dan distrik yang belum memiliki akses jalan memadai. Mereka melayani penerbangan dari timur hingga barat Papua, serta dari wilayah utara hingga selatan dengan rute-rute panjang yang menjangkau daerah-daerah terpencil.

Gobai menjelaskan, para misionaris pada masa lalu juga berperan besar membangun landasan-landasan terbang sederhana di berbagai wilayah pedalaman untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Di kawasan sekitar Danau Paniai misalnya, terdapat sejumlah lapangan terbang yang dibangun untuk melayani daerah seperti Enarotali, Obano, Kebo, Epouto, Komopa, Bilogai, Bilai, Mbiandoga, Nabia, Agimuga, Ilaga, Beoga, Mulia, Ilu, Sinak, Kokonao, Potowaiburu, Kekwa, Ewer, Pirimapun hingga Senggo.

Sementara di wilayah pegunungan tengah, jaringan penerbangan perintis juga melayani daerah-daerah seperti Wamena, Kurulu, Woogi, Wosilimo, Piramid, Maki, Tiom, Mamit, Karubaga, Oksibil, Abmisibil, Batom, Anggruk, Ninia hingga Nalca. Meski jarak antarwilayah relatif berdekatan, medan yang berat membuat transportasi udara menjadi satu-satunya pilihan efektif untuk menjangkau masyarakat.

“Dahulu pelayanan dilakukan oleh AMA dan MAF, kemudian berkembang dengan hadirnya maskapai perintis lainnya seperti ADVEN, TARIKU, YAJASI dan HELIVIDA yang turut membantu membuka akses masyarakat di daerah-daerah terpencil,” katanya.

Lebih lanjut, Gobai menilai pemerintah pusat telah menunjukkan komitmennya melalui program subsidi penerbangan perintis yang hingga kini masih berjalan. Namun menurutnya, skema tersebut perlu diperkuat dan diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Ia mengusulkan agar pemerintah tidak hanya memberikan subsidi kepada penerbangan perintis, tetapi juga mengembangkan dukungan terhadap transportasi laut dan darat yang melayani wilayah pedalaman dan pesisir.

Menurut Gobai, selama ini pesawat perintis tidak hanya digunakan untuk mengangkut penumpang, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan strategis seperti pelayanan kesehatan, evakuasi pasien, distribusi bantuan kemanusiaan, kunjungan pemerintah, hingga penyelenggaraan Pemilu, Pilkada, dan berbagai program pembangunan lainnya.

“Transportasi udara menjadi tulang punggung pelayanan dasar di Papua. Melalui pesawat perintis, guru bisa sampai ke tempat tugas, tenaga kesehatan dapat menjangkau masyarakat, bantuan pemerintah dapat disalurkan, dan pelayanan publik bisa hadir hingga ke kampung-kampung terpencil,” ujarnya.

Karena itu, Gobai mendorong Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah kabupaten untuk membangun kerja sama yang lebih kuat dengan operator penerbangan perintis seperti AMA, MAF, YAJASI, ADVEN, TARIKU dan HELIVIDA melalui skema subsidi tiket yang terjangkau bagi masyarakat.

Selain transportasi udara, ia juga menilai keberadaan kapal-kapal kecil untuk wilayah pesisir dan transportasi darat seperti DAMRI perlu terus diperkuat sebagai bagian dari sistem konektivitas yang terintegrasi.

“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan dasar yang merata. Ketika transportasi tersedia dan terjangkau, maka pendidikan, kesehatan, pelayanan pemerintahan, dan pembangunan ekonomi dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok Papua Tengah,” tegas Gobai.

Ia berharap penguatan jaringan transportasi perintis dapat menjadi prioritas pembangunan daerah guna mewujudkan pemerataan pelayanan dan memperkecil kesenjangan antara masyarakat yang berada di perkotaan dengan mereka yang tinggal di daerah terpencil dan terisolasi (Redaksi Jayapura Post)