Gubernur Fakhiri Hadiri Purnabakti Ketua PTA Jayapura, Pengabdian Panjang Dilepas Dengan Penuh Hormat

 

 

PAPUA , Jayapurq Post.Com — Suasana haru dan penghormatan menyelimuti prosesi purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jayapura, Rusman Mallapi, yang secara resmi dilepas dalam sebuah acara  resmi yang dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah dan lembaga peradilan ,Aula  Cenderawasih pada Kamis (23/04/2026)◊7

 


Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, hadir langsung dalam momen tersebut sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi panjang yang telah diberikan Rusman Mallapi dalam dunia peradilan, khususnya di Tanah Papua.

Prosesi purnabakti ini dipimpin oleh Wakil Ketua  Mahkamah Agung Republik Indonesia, Suharto,S.H,M.Hum , yang memberikan penghormatan atas pengabdian Rusman Mallapi selama menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum dan penjaga keadilan di lingkungan peradilan agama.

 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Fakhiri menilai bahwa masa purnabakti bukan sekadar akhir dari perjalanan jabatan, tetapi merupakan penanda dari sebuah pengabdian panjang yang telah memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Pengabdian di dunia peradilan adalah kerja sunyi, tetapi dampaknya sangat besar bagi keadilan dan ketertiban sosial,” menjadi pesan yang tergambar dalam kehadiran gubernur di tengah prosesi tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran Pengadilan Tinggi Agama yang selama ini turut menjaga harmoni sosial melalui penyelesaian perkara-perkara keagamaan dan keluarga dengan pendekatan hukum yang berkeadilan.

Sementara itu, dalam sambutan Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial,Suharto,SH,M.Hum  menegaskan  bahwa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian seorang aparatur peradilan.

Menurutnya, Pengabdian  hanya berubah bentuk dari tugas formal di balik meja persidangan menjadi keteladanan hidup di tengah masyarakat.

Rusman Mallapi dinilai  Suharto sebagai figur hakim yang tidak hanya kuat secara hukum, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan syariat Islam.

Selama menjalankan tugas, ia menangani perkara-perkara yang menyentuh langsung kehidupan umat, mulai dari persoalan keluarga, waris, hingga ekonomi syariah yang menuntut keseimbangan antara hukum, moral, dan nilai spiritual.

‘ Perjalanan kariernya yang telah berlangsung lebih dari 38 tahun menjadi bukti ketekunan dan integritas.” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah daerah sebelum menutup masa tugas sebagai Ketua PTA Jayapura.

Rekam jejak itu disebut sebagai cerminan profesionalisme yang bersih dan layak menjadi teladan bagi generasi penerus.

“Purnabakti bukan akhir dari pengabdian, tetapi awal untuk terus menebar kebaikan di tengah masyarakat,” pesan Suharto.

Penghargaan juga disampaikan kepada keluarga, khususnya istri yang setia mendampingi selama masa tugas, serta turut berperan dalam organisasi pendukung peradilan.

Prosesi purnabakti berlangsung khidmat, diwarnai doa dan ungkapan terima kasih, menandai berakhirnya satu fase pengabdian panjang. Namun di balik itu, tersimpan harapan bahwa nilai-nilai integritas, kejujuran, dan kebijaksanaan yang telah ditanamkan akan terus hidup—melampaui jabatan, dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat luas. (Redaksi Jayapura Pkst)