RS Dian Harapan Jayapura Rayakan HUT Ke 31 Tahun, Ini Pesan Uskup Jayapura

Uskup Jayapura : rumah sakit bukan sekadar institusi medis, tetapi ruang pengabdian yang menghadirkan harapan hidup bagi sesama.

KOTA JAYAPURA, Jayapura Post.Com  — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 RS Dian Harapan Jayapura  menjadi momentum penegasan kuat bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh terjebak pada urusan administratif, melainkan harus menempatkan keselamatan manusia sebagai prioritas utama, berlandaskan iman dan kemanusiaan.

Perayaan HUT Ke 31 RSDH  Jayapura diwarnai dengan Misa Syukur yang dipimpin langsung Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theopilus Matopai You  di aula St Fransiskus Waena pada Rabu (22/04/2026)

Uskup Jayapura menegaskan bahwa rumah sakit bukan sekadar institusi medis, tetapi ruang pengabdian yang menghadirkan harapan hidup bagi sesama.

“Kita ini satu keluarga besar yang dipanggil untuk melayani. Tenaga medis adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan iman,” tegas Uskup.

Ia mengingatkan bahwa di tengah tuntutan profesionalitas dan persaingan antar rumah sakit, nilai iman harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pelayanan.

“Pelayanan kepada orang sakit adalah wujud nyata dari iman yang hidup. Karena itu, setiap dokter, perawat, dan tenaga kesehatan harus menyadari bahwa tugas ini adalah karya kemanusiaan sekaligus karya iman,” ujarnya.

Pesan moral tersebut sejalan dengan komitmen manajemen rumah sakit yang menempatkan keselamatan pasien di atas segala hal, termasuk administrasi.

Direktur RS Dian Harapan, dr. Jhon C  Paat, menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, tindakan medis tidak boleh tertunda hanya karena persoalan administratif.

“Kalau kondisi emergency, kami pasti tangani dulu. Administrasi bisa menyusul. Yang utama adalah menyelamatkan nyawa pasien,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar 91 persen pasien yang dilayani merupakan peserta BPJS Kesehatan, sehingga rumah sakit dituntut tetap adaptif dalam memastikan akses layanan bagi masyarakat.

“Kalau kepesertaan BPJS bermasalah atau tidak aktif, kami tetap tangani pasiennya lebih dulu. Setelah itu, kami koordinasi dengan pemerintah hingga dinas sosial untuk mengaktifkan kembali,” jelasnya.

Sebagai salah satu pusat layanan kesehatan di Papua, RS Dian Harapan juga menanggung tanggung jawab besar dalam melayani pasien dari berbagai daerah, termasuk wilayah pegunungan dan Papua Selatan.

“Jayapura ini pusat layanan kesehatan. Kami bersama pemerintah kota terus bergandengan tangan memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal dan menjangkau semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Meski mengedepankan aspek kemanusiaan, ia menegaskan bahwa penerapan standar operasional prosedur (SOP) tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan.

“SOP itu bukan untuk mempersulit, tetapi untuk memastikan pelayanan berjalan baik. Namun, kalau ada yang menghambat hingga berdampak pada pasien, tentu ada konsekuensinya,” tegasnya.

Momentum HUT ke-31 ini pun menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan sejatinya adalah perpaduan antara profesionalitas dan nilai iman—sebuah panggilan untuk menghadirkan harapan hidup bagi setiap manusia tanpa diskriminasi. (Redaksi Jayapura Post )