AGAMA  

Minggu Kerahiman Ilahi, Pastor John Bunai Serukan Papua Jadi Tanah Damai, Tolak Hoaks dan Provokasi

Pastor Jhon BUnai : Jangan termakan hoaks dan kata-kata provokator

SENTANI, Jayapura Post.Com—Seruan damai menggema keras di Tanah Papua pada perayaan sakral Minggu Kerahiman Ilahi, ini bukan sekadar pesan iman, tetapi peringatan moral bagi seluruh anak negeri. Dari altar hingga pelosok kampung, Pastor John Bunai menyerukan dengan tegas: persatuan lintas agama dan suku adalah harga mati yang tak bisa ditawar. Dari Sorong hingga Merauke, gema itu menegaskan satu hal, Papua hanya akan berdiri kokoh jika damai dijaga, dan persaudaraan dirawat tanpa batas.

Dalam pesannya, Pastor John menegaskan bahwa Papua adalah tanah yang dianugerahkan Tuhan kepada seluruh masyarakat yang hidup di atasnya, tanpa memandang latar belakang. Ia mengingatkan bahwa tujuh wilayah adat di Papua merupakan satu kesatuan yang harus dijaga bersama dalam semangat persaudaraan.

“Tuhan menaruh kita di atas tanah ini untuk mengelola dan menjaganya. Papua ini milik kita semua, dari Sorong sampai Merauke, dari kampung-kampung hingga kota. Karena itu, di Minggu Kerahiman ini saya mengajak kita semua untuk hidup dalam damai,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa damai menjadi fondasi utama bagi kemajuan Papua. Menurutnya, tanpa kedamaian, pembangunan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, dan relasi sosial, tidak akan berjalan optimal.

“Kalau damai ada, kita bisa sekolah dengan baik, kita bisa bangun ekonomi, kita bisa bangun relasi. Tapi kalau tidak ada damai, semua akan terhambat,” katanya.

Pastor John juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan, termasuk hoaks dan narasi yang memecah belah. Ia menilai, konflik yang muncul di tengah masyarakat seringkali dipicu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan termakan hoaks dan kata-kata provokator. Orang Papua sejak dulu hidup dalam kasih, tidak saling membenci. Tapi karena provokasi, kita bisa terpecah. Ini yang harus kita lawan bersama,” tegasnya.

Dalam seruannya, ia mengajak seluruh masyarakat Papua, tanpa memandang agama—baik Islam, Kristen, Hindu, maupun Buddha—untuk menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing.

“Mari kita semua menjadi pembawa damai di Tanah Papua. Apapun agamamu, kita semua merindukan hal yang sama: hidup aman, hidup tenang, dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Menutup pesannya, Pastor John mengajak umat untuk kembali menempatkan nilai-nilai iman sebagai landasan hidup, serta menjadikan ajaran kasih sebagai kekuatan utama dalam membangun Papua yang damai dan sejahtera.

“Mari kita jadikan Tuhan sebagai pegangan hidup kita. Dengan kasih, kita bisa menjadi berkat bagi Papua, Indonesia, bahkan dunia,” pungkasnya (Redaksi Jayapura Post )

Penulis: Redaksi Jayapura PostEditor: Redaksi Papua Sumber Berita