Fakhiri Siapkan Revolusi Transportasi Laut Papua, Kadishub : Kapal Cepat Ditargetkan Pangkas Waktu Tempuh Jayapura–Biak Hingga 50 Persen

Mathius  H Wally,S.IP   : arah kebijakan Gubernur tidak hanya berfokus pada membuka akses antardaerah, tetapi juga menghadirkan sistem transportasi yang lebih cepat, efisien, dan mampu menjawab tantangan geografis Papua.

Uji coba yang berlangsung di perairan Batam, Minggu (5/7/2026), menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Papua untuk menghadirkan moda transportasi laut yang mampu memangkas waktu tempuh, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir dan kepulauan.

Program tersebut merupakan implementasi visi Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang menempatkan konektivitas sebagai salah satu fondasi utama percepatan pembangunan daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius  H Wally,S.IP   mengatakan arah kebijakan Gubernur tidak hanya berfokus pada membuka akses antardaerah, tetapi juga menghadirkan sistem transportasi yang lebih cepat, efisien, dan mampu menjawab tantangan geografis Papua.

“Yang diinginkan Bapak Gubernur bukan sekadar daerah saling terhubung, tetapi bagaimana waktu tempuh bisa dipersingkat. Misalnya rute Jayapura–Biak yang selama ini bisa memakan waktu sekitar 28 jam, diharapkan dapat dipangkas menjadi sekitar 14 jam dengan kapal cepat,” katanya .

Menurutnya, efisiensi waktu perjalanan akan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas perdagangan antarkabupaten yang selama ini masih menghadapi kendala akibat lamanya perjalanan laut.

Matius Wally  menjelaskan, kapal yang tengah diuji bukan kapal pesiar, melainkan high-speed craft, yakni kapal penumpang berkecepatan tinggi yang mampu melaju di atas 25 knot dan dirancang untuk melayani perjalanan antardaerah secara lebih cepat dan efisien.

“Ini adalah kapal penumpang berkecepatan tinggi yang memang diproyeksikan untuk mendukung konektivitas antardaerah. Harapannya, masyarakat memiliki pilihan transportasi laut yang lebih cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua menilai pengembangan transportasi laut berkecepatan tinggi menjadi kebutuhan strategis mengingat sebagian besar wilayah Papua terdiri atas kawasan pesisir dan kepulauan yang masih bergantung pada jalur laut sebagai sarana utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Apabila hasil uji coba dinyatakan memenuhi aspek teknis dan operasional, kapal cepat tersebut diproyeksikan melayani sejumlah rute antarkabupaten di Papua. Kehadirannya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh hingga 50 persen, menekan biaya logistik, memperlancar arus barang dan jasa, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir dan wilayah terpencil.

Sementara itu, pemilik perusahaan kapal, Iswadi, menyambut positif kehadiran rombongan Pemerintah Provinsi Papua dalam kegiatan uji coba tersebut. Menurutnya, inisiatif Pemprov Papua menunjukkan keseriusan dalam mencari solusi transportasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.

Iswadi berharap komunikasi yang telah terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama konkret dalam pengadaan maupun pengoperasian kapal cepat untuk melayani masyarakat Papua.

“Kami menyambut baik kunjungan Pemerintah Provinsi Papua. Semoga ke depan dapat terjalin kerja sama sehingga kapal cepat ini bisa menjadi bagian dari penguatan layanan transportasi laut di Papua dan mendukung konektivitas antardaerah,” kata Iswadi.

Melalui pengembangan moda transportasi laut modern ini, Pemerintah Provinsi Papua menargetkan terciptanya jaringan konektivitas yang lebih efisien sehingga pembangunan ekonomi, distribusi logistik, dan pelayanan publik dapat menjangkau seluruh wilayah Papua secara lebih merata. (redaksi Jayapura Post)