Gubernur Fakhiri  Minta Kemendikdasmen Bantu  Benahi Pendidikan Papua  Mulai Krisis Guru Hingga SLB

 

JAKARTA , Jayapura Post.com- Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri (MDF) mendesak pemerintah pusat memberikan perhatian lebih serius terhadap pembangunan pendidikan di Tanah Papua.

Hal ini ditegaskan   Gubernur  Fakhiri dalam pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, di Kantor Kemendikdasmen Jakarta pada Rabu (15/07)

Fakhiri menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua harus dimulai dari fondasi yang kuat, yakni kesehatan dan pendidikan sejak usia dini.

Menurutnya, membangun generasi Papua yang unggul tidak cukup hanya dengan memperbaiki gedung sekolah, tetapi harus dimulai sejak anak dilahirkan melalui pelayanan kesehatan yang baik, kemudian diperkuat dengan pendidikan berkualitas mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.

“Saya sampaikan kepada Bapak Menteri bahwa pembangunan Papua harus dimulai dari kesehatan. Kalau orang Papua sehat, mama akan melahirkan generasi muda yang sehat. Setelah itu harus dibarengi dengan pendidikan dasar yang baik mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA,” ujar MDF.

Ia menegaskan, kualitas pendidikan dasar menjadi kunci untuk menyiapkan generasi Papua agar mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan bersaing di masa depan.

Namun, MDF mengakui sektor pendidikan Papua masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas, minimnya tenaga pendidik, hingga kekurangan guru yang memiliki kompetensi khusus.

“Tantangan terbesar kami adalah fasilitas pendidikan dan tenaga guru. Keduanya sangat menentukan lahirnya generasi Papua yang sehat dan berpendidikan,” katanya.

Gubernur Fakhiri juga meminta perhatian pemerintah pusat terhadap lima sekolah negeri khusus, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB), yang membutuhkan peningkatan infrastruktur sekaligus penambahan guru berkompetensi khusus.

“Kami berharap pemerintah pusat membantu memperbaiki sekolah-sekolah khusus ini dan memenuhi kebutuhan guru yang memiliki keahlian khusus,” harap Fakhiri.

Selain itu, MDF menyoroti masih banyak guru berstatus PPPK yang telah lama mengabdi namun belum memperoleh kepastian karier hingga mendekati masa pensiun.

Karena itu, Pemprov Papua meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengirimkan tenaga pendidik untuk mengisi kekosongan guru, khususnya di sekolah-sekolah negeri khusus.

“Kalau ada tenaga guru dari Kementerian yang bisa membantu kami di Papua, tentu dengan senang hati  kami akan terima  untuk mengajar di sekolah-sekolah negeri khusus,” ujar MDF.

Fakhiri menegaskan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualitas di Papua.

“Sebab, investasi terbesar bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi membangun manusia Papua yang sehat, cerdas, dan siap menjadi penggerak pembangunan daerah di masa depan.”pungkasnya (Redaksi Jayapura Post)

Penulis: Redaksi Jayapura PostEditor: Redaksi Papua Sumber Berita