Gubernur Papua: BAZNAS Harus Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan Dan Pemberdayaan Umat di Papua

 

PAPUA, Jayapura Post.Com –  Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tidak boleh hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat, tetapi harus menjadi motor penggerak pemberdayaan umat serta pengentasan kemiskinan di Tanah Papua.


Penegasan ini  disampaikan Gubernur saat melantik dan pengambilan sumpah jabatan Pmpinan BAZNAS Provinsi Papua periode 2026–2031 di Jayapura.

Menurut Matius Fakhiri, pelantikan pimpinan baru BAZNAS bukan sekadar agenda seremonial atau pergantian kepengurusan, melainkan momentum penting untuk memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“BAZNAS bukan sekadar lembaga pengumpul dan penyalur zakat. BAZNAS adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun keadilan sosial, memperkuat solidaritas masyarakat, dan membantu menghadirkan kesejahteraan bagi mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Gubernur mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua saat ini terus mendorong terwujudnya visi Papua Cerah melalui pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, serta pengurangan angka kemiskinan.

Karena itu, ia menilai peran BAZNAS menjadi sangat penting dalam mendukung berbagai program sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pembangunan Papua membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk lembaga keagamaan dan lembaga filantropi. Zakat harus menjadi instrumen yang mampu menghadirkan perubahan nyata dan meningkatkan kesejahteraan umat,” ujarnya.

Matius Fakhiri juga menyoroti besarnya potensi zakat di Papua yang belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu, ia mendorong BAZNAS memperluas berbagai program pemberdayaan, seperti kampung zakat, beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, penguatan UMKM, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga program kemanusiaan.

Kepada pimpinan BAZNAS yang baru dilantik, Gubernur berpesan agar menjaga amanah umat dengan penuh integritas, memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, serta terus berinovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Pastikan setiap rupiah dana umat yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Papua,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, perbankan, BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan dunia usaha untuk memperkuat sinergi bersama BAZNAS dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

“Jika pemerintah membangun infrastruktur fisik, maka BAZNAS membangun infrastruktur sosial. Kedua hal ini harus berjalan beriringan untuk menghadirkan Papua yang maju, sejahtera, berkeadilan, dan berdaya saing,” pungkas Gubernur. (Redaksi Jayapura Posr )