Peringati Hari Anak Nasional di Perbatasan Papua, Senator Lalita Wujudkan Mimpi Anak Panti Meneruskan Pendidikan

Momentum Hari Anak Nasional dimanfaatkan Senator DPD RI asal Papua, Lalita, untuk menghadirkan aksi nyata. Selain menyalurkan bantuan pangan dan bibit pohon, ia membiayai pendidikan seorang anak panti asuhan ke Jawa Timur sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi generasi Papua.

PAPUA, Jayapura Post.Com–  Di saat banyak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) berlangsung dalam bentuk seremoni, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan Papua, Lalita, memilih mengisinya dengan langkah konkret bagi anak-anak di wilayah perbatasan Indonesia.

Kamis (23/7), Lalita mengunjungi Panti Asuhan Kasih Sejahtera dan Madrasah YAPNI di Koya Timur, Kota Jayapura. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan berupa 30 paket beras kepada masing-masing lembaga, 30 bibit pohon sebagai bagian dari edukasi kepedulian lingkungan, serta membiayai satu anak Panti Asuhan Kasih Sejahtera untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pasuruan, Jawa Timur.

Bagi Lalita, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa dibatasi kondisi ekonomi maupun letak geografis.

Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan tahunan atau agenda seremonial semata. Hari ini adalah momen pengingat bagi kita semua tentang tanggung jawab besar yang kita emban. Anak-anak adalah aset terpenting bangsa, pemegang tongkat estafet masa depan, dan cerminan wajah Indonesia di masa depan,” ujar Lalita.

Ia mengatakan, perlindungan terhadap anak tidak cukup diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui penciptaan lingkungan yang aman, kesempatan memperoleh pendidikan, dan ruang bagi anak untuk mengembangkan potensi mereka.

Tugas kita bukan hanya memastikan mereka tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman, melindungi mereka dari berbagai bentuk kekerasan, dan mendengarkan suara mereka karena setiap anak memiliki impian yang berharga,” katanya.

Lalita juga berpesan kepada anak-anak agar terus menjaga semangat belajar dan tidak takut bermimpi besar.

Teruslah bermimpi tinggi, berani berkarya, jujur, dan gembira. Dunia ini luas dan siap kalian jelajahi,” pesannya.

Pengurus Panti Asuhan Kasih Sejahtera, Margaretha Rangga Tumaang, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak asuhnya. Menurutnya, bantuan tersebut membawa harapan baru bagi anak-anak yang selama ini tumbuh di kawasan pinggiran Kota Jayapura.

Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Meski berada di ujung Kota Jayapura, anak-anak kami tetap mendapat perhatian dan kasih melalui Ibu Lalita. Ini menjadi berkat yang sangat berarti bagi kami, ujarnya.

Sementara itu, Pembina Madrasah YAPNI, Ustaz Idris Firmansyah, mengatakan perhatian terhadap lembaga pendidikan di kawasan perbatasan menjadi motivasi untuk terus memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, Madrasah YAPNI merupakan pondok pendidikan Islam kedua tertua di Kota Jayapura yang hingga kini tetap mempertahankan komitmennya tidak memungut biaya pendidikan bagi seluruh santri.

Perhatian seperti ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang telah diberikan, katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Lalita menegaskan bahwa pemerataan pembangunan tidak hanya diukur dari hadirnya infrastruktur, tetapi juga dari terbukanya akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Menurutnya, investasi terbaik bangsa adalah memastikan anak-anak, termasuk yang hidup di wilayah perbatasan Papua, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik (Redaksi Jayapura Post )

Penulis: Redaksi Jayapura PostEditor: Redaksi Papua Sumber Berita