Pelatihan Barista Lokal Port Numbay, Pemkot Jayapura Dorong Lahirnya Wirausaha Muda

KOTA JAYAPURA, Jayapura Post.com — Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) menggelar Pelatihan Barista Lokal Port Numbay pada 23–24 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar mampu berkreasi dan mandiri secara ekonomi melalui sektor usaha kopi yang kian diminati.

Asisten III Sekretariat Daerah Kota Jayapura, dr. Nyaman Sri Antari, menilai pelatihan tersebut sebagai upaya positif dalam membekali anak muda dengan keterampilan yang relevan dan produktif.

“Pelatihan ini sangat baik untuk anak-anak muda agar bisa berkreasi sekaligus meningkatkan pendapatan. Mereka perlu dibekali inovasi sehingga ke depan dapat mandiri dan mampu mendukung ekonomi keluarga,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh materi pelatihan, mengingat kegiatan ini difasilitasi pemerintah secara gratis dan berorientasi pada keterampilan praktis.

“Peserta harus menyimak dengan baik, karena ini kesempatan untuk memperoleh keterampilan yang dapat langsung diterapkan. Manfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DPMK Kota Jayapura, Makzi Atanay, menjelaskan program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro di tingkat kampung.

“Pemerintah Kota Jayapura terus berupaya mendampingi dan mendorong usaha mikro, baik melalui perencanaan pembangunan kampung maupun program dari perangkat daerah yang fokus pada pengembangan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan hasil survei, usaha pengelolaan kopi dinilai memiliki potensi besar karena diminati berbagai kalangan, terutama generasi muda, tanpa batasan usia.

Pada tahap awal, pelatihan ini diikuti peserta dari lima kampung, yakni Kampung Skow Sae, Skow Mabo, Skow Yambe, Tahima Soroma, dan Nafri. Program ini juga melibatkan kelembagaan masyarakat kampung, khususnya karang taruna, sebagai motor penggerak.

“Kami akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan peserta dari lima kampung ini. Jika berhasil, program ini akan diperluas ke kampung-kampung lainnya,” ujar Makzi.

Ia menambahkan, setelah pelatihan, peserta akan mendapatkan bantuan peralatan pembuatan kopi serta pendampingan usaha selama enam bulan ke depan, bekerja sama dengan komunitas barista dan pelaku ekonomi kreatif di Port Numbay.

“Harapan kami, dari 35 peserta yang mengikuti pelatihan ini, akan lahir wirausaha muda yang mampu berkembang dan menjadi penggerak ekonomi di kampung masing-masing,” katanya.

Program ini didanai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) dan diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat ekonomi masyarakat Port Numbay. (Redaksi Jayapura Post)