Gubernur Papua Tegaskan Pembangunan Papua Berawal dari Karakter, Gereja Jadi Pilar Pembinaan Generasi

Gubernur menekankan gereja memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia Papua yang berintegritas, beriman, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

SERUI , Jayapura Post.Com–  Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri, menegaskan arah pembangunan Papua tidak boleh hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus dimulai dari penguatan karakter, kehidupan rohani, serta nilai-nilai persaudaraan yang menjadi fondasi masyarakat Papua.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan,Setda Provinsi Papua  Cyfrianus Yustus Mambay, saat meresmikan dan mentahbiskan Gedung Gereja GKI Rehoboth Kandowarira di Kabupaten Kepulauan Yapen, Jumat (26/6/2026).

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur menekankan gereja memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia Papua yang berintegritas, beriman, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Papua tidak hanya membutuhkan jalan, jembatan, dan bangunan yang megah. Yang paling utama adalah membangun manusia yang memiliki karakter, moral, dan kehidupan rohani yang kuat. Dari situlah pembangunan Papua yang sesungguhnya dimulai,” tegasnya.

Menurut Gubernur, gereja bukan sekadar tempat beribadah, melainkan pusat pembinaan umat yang berperan membentuk kejujuran, tanggung jawab, kasih, serta semangat melayani sesama.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi modal utama dalam mewujudkan Papua yang aman, damai, sehat, dan sejahtera.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia pembangunan, majelis jemaat, para donatur, tokoh gereja, serta masyarakat yang mampu menyelesaikan pembangunan Gedung Gereja GKI Rehoboth Kandowarira setelah diperjuangkan selama kurang lebih 23 tahun sejak dimulai pada 2003.

“Perjalanan panjang ini menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, kesabaran, doa, dan semangat gotong royong mampu menghadirkan rumah Tuhan yang menjadi kebanggaan bersama,” ujar Cyfrianus saat membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur berharap gedung gereja yang baru tidak hanya menjadi simbol kemegahan fisik, tetapi juga menjadi pusat pelayanan, pembinaan iman, pendidikan karakter, serta tempat lahirnya generasi Papua yang takut akan Tuhan dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong kolaborasi dengan seluruh lembaga keagamaan untuk memperkuat pembangunan manusia.

Menurutnya, Papua yang sehat membutuhkan masyarakat yang memiliki kehidupan rohani yang kokoh, sementara Papua yang sejahtera hanya dapat diwujudkan melalui masyarakat yang bekerja dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

Selain itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjaga nilai-nilai luhur budaya Papua seperti gotong royong, saling menghormati, dan hidup sebagai satu keluarga besar. Gereja diharapkan terus menjadi penggerak dalam merawat nilai-nilai tersebut agar tetap diwariskan kepada generasi muda.

“Pembangunan manusia, persaudaraan, dan keharmonisan sosial merupakan fondasi utama menuju Papua Cerah. Karena itu, gereja harus terus hadir sebagai pelita yang membimbing umat untuk hidup dalam kasih, damai, dan semangat melayani,” katanya.

Peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja GKI Rehoboth Kandowarira berlangsung khidmat.

Prosesi diawali dengan ibadah syukur di gedung gereja lama, dilanjutkan arak-arakan menuju gedung baru, penyerahan kunci, penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, hingga pentahbisan oleh Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, Wakil Bupati Roi Palunga, pimpinan OPD, anggota DPRK Kepulauan Yapen, Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah IV, Badan Pekerja Klasis GKI Yapen Selatan, para hamba Tuhan, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaat yang memadati gereja dalam suasana penuh sukacita. (Redaksi Jayapura Post)