DI RSUD Yowari Dokter Dan Perawat Dipukul Saat Lakukan RJP , Ini Kronologisnya.

Direktur RSUD Yowari : Kami telah melakukan tindakan sesuai SOP

SENTANI, Jayapura Post.Com– Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sempat terhenti sekitar 50 menit pada Rabu malam (25/02/2026)  setelah terjadi insiden pemukulan terhadap tenaga kesehatan yang sedang menangani pasien kritis.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 hingga 21.20 WITA. Dan korban dalam insiden tersebut adalah satu dokter berinisial (SS) serta seorang perawat (HT )   yang tengah bertugas melakukan tindakan medis penyelamatan.

Dari  keterangan Direktur RSUD Yowari ,  drg. Maryen, pasien yang ditangani diketahui telah menderita sakit kronis kurang lebih dua tahun dan selama ini mendapat penanganan dari Puskesmas .

‘Pasien masuk IGD dua hari sebelumnya dengan kondisi berat. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin (HB) pasien hanya 3 g/dL disertai malaria.,”terang drg  Maryen.

Berjalan waktu ,pasien mengalami tensi menurun sehingga dokter spesialis menganjurkan memberikan obat  untuk menaikkan tensi darah.

Namun, pihak keluarga disebut keberatan dengan tindakan tersebut. Keluarga beralasan pasien sudah terlalu banyak mengonsumsi obat, baik saat berobat di puskesmas maupun di rumah sakit.

Lebih lanjut diterangkan Direktur, dalam penanganan di IGD, pasien juga mengalami sesak napas. Saat petugas hendak memasang oksigen, keluarga kembali menyatakan keberatan. Dokter jaga telah menjelaskan bahwa tanpa pemasangan oksigen, pasien berisiko mengalami henti napas.

Sekitar pukul 20.00 lewat, kondisi pasien memburuk dan akhirnya mengalami henti napas.

Tim medis segera melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sesuai prosedur standar operasional (SOP).

Namun, di tengah upaya penyelamatan tersebut, keluarga pasien diduga melakukan tindakan kekerasan. Perawat yang berada paling depan dilaporkan dipukul, disusul pemukulan terhadap dokter yang sedang melakukan RJP.

Pukulan disebut mengenai bagian kepala dan punggung dokter sebanyak beberapa kali.

Akibat kejadian itu, pelayanan IGD sempat dihentikan sementara untuk melakukan penanganan terhadap tenaga medis yang menjadi korban.

Dokter dan perawat yang dipukul langsung menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum. Pihak rumah sakit juga telah melaporkan insiden tersebut ke Polres setempat.

Pelayanan IGD kembali berjalan normal sejak pukul 21.30 WITA dan hingga saat ini dinyatakan tetap beroperasi seperti biasa.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa pasien telah berada dalam kondisi kritis saat dibawa ke IGD dan petugas medis telah berupaya melakukan perawatan sesuai standar prosedur yang berlaku. Kini Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian.

Insiden tersebut kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di garis depan pelayanan darurat, terutama dalam situasi penanganan pasien kritis yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat. (Redaksi Jayapura Post )