RSUD Jayapura Gandeng RSCM Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Siap Jadi Rumah Sakit Pengampu Regional di Tanah Papua

dr.Andreas Pekey : RSUD Jayapura kini telah dipercaya menjadi rumah sakit pengampu regional. Setelah menjalin kerja sama pengampuan bagi rumah sakit di wilayah Papua Selatan, dalam waktu dekat RSUD Jayapura juga akan menandatangani kerja sama serupa dengan rumah sakit di wilayah Papua Pegunungan.

PAPUA Jayapura Post.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura terus memperkuat perannya sebagai pusat rujukan kesehatan di Tanah Papua. Bersama Tim Pengampuan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Nasional dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSUD Jayapura memulai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus mempersiapkan diri menjadi rumah sakit pengampu regional bagi sejumlah rumah sakit di Papua.

Kegiatan pengampuan yang berlangsung di RSUD Jayapura, Selasa (23/6/2026), dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Jayapura dr. Andreas Pekey, Ketua Tim Pengampuan KIA Nasional RSCM Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A., Subsp.Neo(K), perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, serta jajaran tenaga kesehatan RSUD Jayapura.

Program ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional yang digagas Kementerian Kesehatan RI guna memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya di wilayah timur Indonesia. Melalui pendampingan dari RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUD Jayapura dipersiapkan agar memiliki standar pelayanan yang semakin berkualitas sekaligus menjadi pusat pembinaan bagi rumah sakit lain di Tanah Papua.

Ketua Tim Pengampuan KIA Nasional RSCM, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A., Subsp.Neo(K) mengatakan Papua menjadi salah satu daerah prioritas dalam penguatan layanan kesehatan nasional. Kehadiran rumah sakit rujukan yang kuat dinilai sangat penting untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Papua merupakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam penguatan layanan kesehatan nasional. Kehadiran rumah sakit di Papua diharapkan dapat memastikan program peningkatan layanan kesehatan berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, Tim Pengampuan Nasional melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan RSUD Jayapura, mulai dari kualitas sumber daya manusia (SDM), ketersediaan sarana dan prasarana, alat kesehatan, hingga sistem dan alur pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Menurut Prof. Rinawati, pembangunan layanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan peralatan medis yang modern, tetapi harus diimbangi dengan tenaga kesehatan yang kompeten.

“Alat-alat kesehatan tidak akan berarti tanpa sumber daya manusia yang mampu menggunakannya. Karena itu, penguatan layanan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari SDM, fasilitas, hingga peralatan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Jayapura dr. Andreas Pekey Sp.PD., M.H., M.Si menegaskan bahwa kegiatan pengampuan bukan sekadar agenda penilaian, melainkan proses pendampingan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh.

Menurutnya, tim dari RSCM akan mengevaluasi seluruh aspek pelayanan rumah sakit, mulai dari standar kompetensi SDM, kelengkapan alat kesehatan, hingga sistem pelayanan yang diterapkan kepada pasien.

“Mereka akan melihat kesiapan kami dari berbagai aspek, baik standar sumber daya manusia, peralatan, maupun alur pelayanan. Setelah melakukan penilaian, mereka akan memberikan rekomendasi yang menjadi dasar bagi kami untuk melakukan berbagai perbaikan,” ujar dr. Andreas.

Ia mengatakan seluruh rekomendasi tersebut akan segera ditindaklanjuti agar mutu pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak, terus meningkat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga mutu pelayanan sehingga keselamatan pasien ibu dan anak semakin baik. Semua masukan yang diberikan akan kami tindak lanjuti agar kualitas pelayanan terus meningkat,” katanya.

Selain peningkatan pelayanan, RSUD Jayapura juga mulai mempersiapkan diri menghadapi akreditasi ulang rumah sakit pada tahun 2027. Sebelumnya, pada tahun 2023 rumah sakit ini berhasil meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima, sehingga berbagai indikator pelayanan nasional harus terus dipertahankan.

Dr. Andreas menjelaskan salah satu indikator penting dalam akreditasi tersebut adalah pemenuhan Program Nasional Kementerian Kesehatan, yang meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, penanggulangan tuberkulosis (TBC), pelayanan geriatri atau kesehatan lanjut usia, serta sejumlah program prioritas nasional lainnya.

“Akreditasi bukan sekadar memperoleh nilai, tetapi menjadi tolok ukur bahwa pelayanan yang kami berikan benar-benar memenuhi standar mutu nasional,” jelasnya.

Lebih jauh, dr. Andreas mengungkapkan bahwa RSUD Jayapura kini telah dipercaya menjadi rumah sakit pengampu regional. Setelah menjalin kerja sama pengampuan bagi rumah sakit di wilayah Papua Selatan, dalam waktu dekat RSUD Jayapura juga akan menandatangani kerja sama serupa dengan rumah sakit di wilayah Papua Pegunungan.

“Artinya, kami tidak hanya menerima pendampingan dari RSCM, tetapi juga dipercaya mendampingi rumah sakit-rumah sakit lain di Papua dalam meningkatkan kualitas pelayanan sesuai standar Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Sebagai rumah sakit pengampu regional, RSUD Jayapura akan memberikan pendampingan terhadap berbagai layanan prioritas nasional, tidak hanya kesehatan ibu dan anak, tetapi juga pelayanan kanker, jantung, neurologi, urologi, serta layanan spesialistik lainnya. Untuk memperkuat pelayanan tersebut, RSUD Jayapura juga akan menjalin kolaborasi dengan sejumlah rumah sakit nasional di Jakarta sebagai rumah sakit pengampu tingkat atas.

Menurut dr. Andreas, pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus didukung berbagai disiplin ilmu kedokteran agar penanganan pasien menjadi lebih komprehensif.

“Pelayanan ibu dan anak tidak hanya melibatkan dokter kandungan dan dokter anak. Di dalamnya juga ada dokter penyakit dalam, dokter anestesi, tenaga laboratorium, hingga berbagai profesi kesehatan lainnya. Semua harus berjalan dalam satu sistem pelayanan yang terintegrasi,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh hasil evaluasi Tim Pengampuan Nasional nantinya akan menghasilkan rekomendasi yang menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut. Jika ditemukan kekurangan yang masih dapat dipenuhi oleh rumah sakit, maka akan segera dilakukan pembenahan. Namun apabila berkaitan dengan kebutuhan alat kesehatan berteknologi tinggi, pihak rumah sakit akan mengajukannya kepada Kementerian Kesehatan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Papua.

“Kalau ada alat kesehatan besar yang belum mampu kami penuhi, tentu akan kami usulkan kepada Kementerian Kesehatan melalui rekomendasi pemerintah daerah. Tetapi kalau masih bisa kami benahi sendiri, tentu akan segera kami lakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tegasnya.

Melalui program pengampuan nasional ini, RSUD Jayapura optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di Tanah Papua. Dengan standar pelayanan yang terus ditingkatkan dan dukungan jejaring rumah sakit nasional, RSUD Jayapura diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan layanan kesehatan di wilayah Papua, sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan serta kualitas hidup masyarakat semakin baik (Redaksi Jayapura Post )