Empat Dokter Lolos PPDS Anestesi, RSUD Jayapura dan Fakultas Kedokteran Mitra Siapkan Dokter Spesialis Baru Mulai Juli 2026

dr Andreas Pekey : semakin banyak dokter yang dapat menempuh pendidikan spesialis di Papua. Ini akan mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat

PAPUA, Jayapura Post.com – Komitmen RSUD Jayapura dalam memperkuat pelayanan kesehatan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia mulai membuahkan hasil. Sebanyak empat dari tujuh dokter yang mengikuti seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi FK Uncen dinyatakan lolos dan siap memulai pendidikan spesialis pada Juli 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting setelah RSUD Jayapura resmi ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai Rumah Sakit Pendidikan, sekaligus rumah sakit penyelenggara utama pendidikan dokter spesialis di Tanah Papua.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Jayapura, dr. Andreas Pekey, mengatakan proses pengembangan rumah sakit pendidikan terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Saat ini, proses seleksi calon peserta PPDS telah selesai dilaksanakan.

“Sebanyak tujuh dokter mengikuti seleksi, dan empat orang telah dinyatakan lolos sebagai calon peserta pendidikan dokter spesialis. Selanjutnya mereka akan mulai mengikuti pendidikan pada Juli 2026,” ujar dr. Andreas.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pendidikan spesialis kini tinggal menunggu penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, perguruan tinggi mitra UGM dan Uncen, Provinsi Papua khususnya RSUD Jayapura sebagai rumah sakit pendidikan.

Menurutnya, kerja sama tersebut akan mempertemukan seluruh mitra penyelenggara, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Cenderawasih (Uncen) dan Perguruan Tinggi lainya sebagai institusi pendidikan, sehingga program pendidikan dokter spesialis dapat segera berjalan secara resmi.

“Proses administrasi tinggal menunggu penandatanganan kerja sama antara kementerian, universitas mitra, dan rumah sakit. Setelah itu para peserta akan langsung memulai pendidikan sesuai jadwal,” jelasnya.

Selain membuka pendidikan dokter spesialis Anestesi yang telah lebih dahulu memenuhi persyaratan, RSUD Jayapura juga tengah mempersiapkan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obgin, Bedah, Anak, Penyakit Dalam dan beberapa Program Studi lainya sesuai kesiapan.

Namun sebelum program tersebut dibuka, tim asesor dari pemerintah pusat akan melakukan visitasi untuk menilai kelayakan rumah sakit sebagai institusi penyelenggara pendidikan spesialis sesuai Prodi masing-masing yang akan dibuka.

“Tim dari Kementerian akan datang melakukan visitasi. Mereka akan mengevaluasi apakah seluruh persyaratan sudah terpenuhi, mulai dari tenaga pendidik, fasilitas, sarana penunjang hingga standar pelayanan. Jika dinyatakan layak, mereka akan memberikan rekomendasi untuk diterbitkanya Surat Keputusan pembukaan program spesialis ,” kata dr. Andreas.

Hasil visitasi nantinya akan menjadi dasar bagi Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam menetapkan izin pembukaan program pendidikan spesialis baru di RSUD Jayapura.

Menurut dr. Andreas, kehadiran program pendidikan dokter spesialis di RSUD Jayapura merupakan langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan tenaga dokter spesialis di Papua. Selama ini, banyak dokter harus meninggalkan daerah untuk menempuh pendidikan di luar Papua sehingga membutuhkan waktu yang panjang sebelum kembali mengabdi.

Dengan status sebagai rumah sakit pendidikan, RSUD Jayapura diharapkan mampu mencetak lebih banyak dokter spesialis yang berasal dari Papua dan mau bertugas di Papua, sehingga kebutuhan tenaga medis berkualitas dapat dipenuhi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada daerah lain.

“Harapan kami, semakin banyak dokter yang dapat menempuh pendidikan spesialis di Papua. Ini akan mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Program ini menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat pemerataan tenaga dokter spesialis di Indonesia, terutama di wilayah timur. Dengan dimulainya pendidikan empat calon dokter spesialis Anestesi pada Juli 2026, RSUD Jayapura semakin menegaskan posisinya sebagai pusat pendidikan kedokteran dan rujukan pelayanan kesehatan di Tanah Papua. (Redaksi Jayapura Post )