Harga Ikan di Jayapura Melonjak, Matheys Sibi Soroti Dampak Cuaca Ekstrem dan Pemutusan Rumpon

Matheys Sibi : tingginya gelombang membuat nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan, sehingga pasokan ikan ikut berkurang.

KOTA JAYAPURA, Jayapura Post.Com — Harga ikan di Kota Jayapura mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor alam hingga pemutusan rumpon yang berdampak langsung pada aktivitas nelayan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, menjelaskan bahwa gelombang laut yang cukup tinggi menyebabkan banyak nelayan tidak dapat melaut. Kondisi perairan yang tidak bersahabat ini secara langsung menurunkan jumlah tangkapan ikan yang masuk ke pasar.

Ia menyebut, tingginya gelombang membuat nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan, sehingga pasokan ikan ikut berkurang.

Selain faktor cuaca, Sibi mengungkapkan adanya survei dari kementerian terkait sumber daya mineral yang berdampak pada pemutusan rumpon (alat bantu penangkapan ikan) beberapa waktu lalu. Kondisi ini turut memperparah situasi di lapangan.

Menurutnya, keberadaan rumpon sangat membantu nelayan dalam menentukan lokasi penangkapan ikan. Tanpa alat tersebut, nelayan harus mencari daerah tangkap yang lebih jauh dan tidak pasti.

“Pemutusan rumpon berdampak besar terhadap aktivitas nelayan. Mereka kehilangan titik-titik penangkapan ikan, sehingga harus melaut lebih jauh. Ini tentu menambah biaya dan risiko,” ujarnya.

Akibat dua faktor tersebut, pasokan ikan di pasar menurun sementara permintaan tetap tinggi. Kondisi ini memicu kenaikan harga ikan secara signifikan.

Ia memperkirakan harga ikan yang tinggi masih akan berlangsung dalam satu hingga dua bulan ke depan, bergantung pada kondisi cuaca dan stabilitas aktivitas nelayan.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Jayapura mendorong adanya intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga. Salah satu langkah yang diharapkan adalah ketegasan dari Pemerintah Provinsi Papua dalam mengatur harga ikan di Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Hamadi.

Pengelolaan PPI Hamadi berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Karena itu, diperlukan pengaturan harga yang jelas, baik batas bawah maupun batas atas, agar harga tetap terkendali meskipun pasokan terbatas.

Koordinasi antara pemerintah kota dan provinsi dinilai sangat penting untuk menjaga keseimbangan pasar serta melindungi masyarakat dari lonjakan harga yang tidak terkendali.

Kenaikan harga ikan ini juga berpotensi memicu inflasi daerah, mengingat ikan merupakan salah satu komoditas utama konsumsi masyarakat di Jayapura.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah strategis agar distribusi dan harga ikan kembali stabil, serta aktivitas nelayan dapat berjalan normal kembali. (Redaksi )