Resmikan Dua Posyandu, Wali Kota Abisai Rollo Perkuat Layanan Kesehatan Dan Tekan Stunting di Jayapura

KOTA JAYAPURA, Jayapura Post .Com  – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, meresmikan dua pos pelayanan terpadu (posyandu), yakni Posyandu Albarkah di Kelurahan Yobe dan Posyandu Aroma Rasa di Kelurahan Waimorock, Distrik Abepura, Jumat (24/4).

Peresmian ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jayapura dalam memperkuat layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Wali Kota menegaskan, keberadaan posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Kota Jayapura. Ia berharap masyarakat, khususnya ibu dan anak, aktif memanfaatkan layanan posyandu secara rutin.

“Dengan diresmikannya Posyandu Albarkah dan Posyandu Aroma Rasa, kami berharap masyarakat semakin sadar untuk memeriksakan kesehatan secara berkala. Kader posyandu juga harus memastikan pelayanan berjalan optimal, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pemberian makanan bergizi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya ketelitian kader dalam melakukan pengukuran pertumbuhan anak sebagai langkah awal mendeteksi potensi stunting. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh agar angka stunting dapat ditekan secara signifikan.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Jayapura, saat ini terdapat 222 posyandu yang tersebar di lima distrik, 25 kelurahan, dan 14 kampung.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Juliana Napitupulu, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan posyandu secara optimal.

“Kami mengimbau masyarakat di Kelurahan Yobe dan Waimorock agar membawa anak, ibu hamil, serta anggota keluarga lainnya untuk memeriksakan kesehatan di posyandu. Pemanfaatan layanan ini sangat penting karena berdampak langsung pada peningkatan kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 1.115 kader posyandu aktif di Kota Jayapura yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain layanan kesehatan rutin, pihaknya juga menjalin kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam penanganan stunting.

“Penanganan stunting tidak hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan pola makan, kondisi rumah, dan kebersihan lingkungan. Karena itu, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar upaya penurunan stunting berjalan efektif,” jelasnya.

Pendirian posyandu, lanjutnya, juga disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat, sehingga akses layanan kesehatan semakin mudah dijangkau.

Dengan peresmian dua posyandu baru ini, Pemerintah Kota Jayapura berharap cakupan pelayanan kesehatan dasar semakin luas serta memperkuat komitmen dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting. (Redaksi Jayapura Post )